Duniaekspress, 3 Maret 2018. – Kandahar – Dalam rilis video terbarunya, Imarah Islam (Thaliban) mendokumentasikan aksi amaliyat “serangan malam” ke sebuah basis militer Afghan di provinsi Kandahar. Basis militer tersebut berada di distrik Khakrez yang sejak setahun terakhir situasinya terus memanas menyusul serangan Mujahidin ke pos-pos militer yang menyebar di pinggiran kota dan berujung jatuhnya pusat kota/distrik ke tangan Thaliban.

Video bertajuk “Dari Garis Depan Pertempuran di Khakrez” itu dirilis pada hari Rabu (28/02/2018) melalui situs resmi Voice of Jihad. Dalam narasinya, Thaliban menggambarkan Khakrez sebagai salah satu distrik paling strategis di bagian utara provinsi Kandahar. Di distrik ini pula, tercatat berbagai kemajuan Mujahidin dan keberhasilan operasi militer mereka seperti menguasai basis-basis utama militer musuh, pos-pos checkpoint tentara, termasuk pusat distrik selama periode tahun ini dan tahun sebelumnya.

Sebagian besar video menampilkan bagian detil serangan malam ke sebuah pos militer musuh. Divisi media Thaliban merekam aksi amaliyat mereka menggunakan peralatan night vision. Salah seorang pejuang Thaliban terlihat mengenakan helm armor yang terintegrasi dengan sistem teropong malam atau night vision. Inilah gambaran perang modern di abad-21. Usai baku tembak sengit yang juga menggunakan berbagai jenis eksplosif, pasukan Thaliban merangsek masuk ke dalam basis musuh yang sudah mereka kuasai.

Di hari berikutnya, pejuang-pejuang Thaliban menyebar dan bertempur ke sejumlah front yang lain sementara sebagian masih menduduki markas musuh tanpa rasa khawatir akan serangan udara Koalisi. Di siang hari yang terang, Thaliban memamerkan deretan ghanimah di antaranya puluhan Kalashnikov & amunisi, beberapa unit RPG & Mortir, dan sejumlah SUV pickup milik Kepolisian Nasional (ANP) dan Lokal (ALP).

Di segmen awal video, terlihat pasukan Thaliban berkonvoi dan melakukan gelar pasukan di jalanan distrik Khakrez di bawah sinar matahari menjelang akhir musim dingin. Berbagai jenis kendaraan termasuk pickup, mobil, dan motor berjalan secara parade dengan membawa al-Liwaa atau bendera putih bertuliskan Laa Ilaaha Illallah ke berbagai sudut kota Khakrez. Sekali lagi, tanpa rasa takut ancaman serangan udara Afghan maupun Koalisi.

Video yang mendokumentasikan pertempuran di Khakrez ini merupakan salah satu upaya “psywar” atau perang propaganda oleh Thaliban yang berkali-kali berhasil mempecundangi pasukan keamanan Afghan proksi Amerika. Selama beberapa tahun terakhir, Imarah Islam (Thaliban) meraih kemajuan signifikan secara militer di seluruh wilayah Afghanistan.

Di tengah tren kemajuan militer ini, Kantor Biro Politik Thaliban di akhir Februari kemarin mengirim pesan seruan kepada AS untuk melakukan negosiasi damai. Banyak pihak meragukan AS akan merespon tawaran Thaliban tersebut mengingat hasil-hasil pertempuran telah membuat posisi tawar Amerika melemah.

Ditambah sejumlah ironi lainnya bahwa sementara Presiden Trump masih menunggu untuk bisa mewujudkan parade militer negaranya karena sejumlah pertimbangan termasuk soal biaya, Thaliban bisa setiap saat dengan bebas melakukan parade militer & gelar pasukan sebagai wujud selebrasi kemenangan saat membebaskan suatu kota.(Syaf)

Sumber: The Long War Journal

 

Baca juga, MILITAN ISis DAN HIZB MENYERAH KEPADA IMARAH ISLAM AFGHANISTAN