Duniaekspress, 5 Maret 2018. – Asisten Asisten Deputi AS untuk Asia Selatan dan Tengah – Alice Wells – mengatakan bahwa Amerika Serikat telah membuka pintu dialog terbuka bagi Thaliban. Kantor Politik Imarah Islam Afghanistan menjawab pernyataan Asisten Deputi Amerika tersebut bahwa sejak awal Thaliban menginginkan perdamaian, bukan peperangan. Perang yang terjadi itu dipakasakan oleh penjajah kepada rakyat Afghanistan yang sudah berlangsung 17 tahun lamanya.

Kantor Politik Imarah Islam Afghanistan meminta pejabat Amerika untuk berbicara langsung dengan Kantor Politik Imarah Islam mengenai solusi damai untuk mengatasi kebuntuan persoalan Afghanistan tersebut.

Dalam statemen resminya, Thaliban menyatakan bahwa pembicaraan damai tersebut, jika terealisasi, hanya akan terjadi jika Amerika menerima tuntutan yang sah dari orang-orang Afghanistan. Pembicaraan damai tersebut juga harus dilakukan langsung dengan pihak Emirat Islam dengan cara yang damai. 

Beberapa waktu sebelumnya Thaliban sudah membuat surat terbuka kepada rakyat Amerika bahwa perang bukanlah pilihan Thaliban. Perang tersebut telah dipaksakan pihak Amerika kepada rakyat Afghanistan. Untuk itu, ungkap Thaliban, sebuah resolusi damai nampaknya dapat menjadi penyelesaian masalah untuk Afghanistan.

Thaliban juga mengungkapkan bahwa selama ini solusi militer apapun yang dilakukan oleh pihak penjajah, Amerika dan sekutunya, di Afghanistan hanya akan menemui kegagalan.

Menurut Thaliban, Amerika sekarang harus fokus pada strategi damai untuk Afghanistan daripada perang. Strategi militer yang telah berulang kali diuji di Afghanistan selama tujuh belas tahun terakhir hanya akan mengintensifkan dan memperpanjang perang. Dan ini bukan demi kepentingan siapa pun.

 

Sumber: alemarah-english

 

Baca juga, THALIBAN GELAR SELEBRASI KEMENANGAN DI KANDAHAR