Duniaekspress, 8 Maret 2018. – Magrib – Sayap media Al-Qaidah pada Selasa (06/03) merilis video tujuh menit pernyataan pemimpin mereka, Syeikh Dr. Aiman Adz-Dzawahiri. Pesan yang diberi judul “Perancis Telah Datang Kembali Wahai Keturunan Para Singa” itu ditujukan kepada kaum Muslimin di wilayah Maghrib yang meliputi wilayah Afrika Barat dan Sahel.

Perjuangan Jihad di Negeri Maghrib yang Bersejarah

Adz-Dzawahiri menyampaikan apresiasi dan memuji gerakan perlawanan lokal yang sedemikian bersejarah dalam perjuangan melawan para penjajah asing. Di waktu yang sama, Dr. Aiman juga menyerukan untuk melanjutkan jihad melawan siapa saja yang menentang upaya penegakan Syariat Islam.

Di menit awal video ditampilkan cuplikan-cuplikan entitas jihadis yang ada di seluruh Afrika Barat dan Utara, termasuk sebuah organisasi jihad yang cukup fenomenal, yaitu JNIM (Jamaah Nusrah al-Islam wal Muslimin) yang baru dibentuk di awal tahun 2017. JNIM merupakan fusi atau penggabungan sejumlah kelompok afiliasi Al-Qaidah yang komitmen berjuang bersama di bawah satu bendera. Secara terbuka JNIM menyatakan loyal kepada pemimpin pusat Al-Qaidah, Syeikh Aiman Adz-Dzawahiri.

“Saya ingin sampaikan pesan saya ini kepada segenap kaum Muslimin di negeri Maghrib Islami, saya katakan kepada kalian bahwa di sepanjang sejarah Islam, kalian merupakan benteng yang kokoh bagi umat dari serangan para agresor dan penjajah asing,” kata adz-Dzawahiri sebagai kalimat pembuka.

Al-Qaidah memuji para pahlawan yang telah mengobarkan perlawanan terhadap penjajah Perancis, Italia, Spanyol, dan Inggris di wilayah Maghrib dengan mengatakan, “kaum Muslimin terus melawan dan berperang, bahkan berhasil memaksa penjajah kafir itu keluar dari negeri mereka. Para penjajah kafir itu pergi meninggalkan pendukung-pendukungnya yang notabene satu bangsa dan satu bahasa dengan kita.”

Harapan Umat bagi Tegaknya Pemerintahan Islam

Menurut adz-Dzawahiri bahwa masyarakat mengharapkan tegaknya pemerintahan Islam. Setelah penjajah asing hengkang, negara akan diatur oleh pemerintahan berbasis Syariat Islam yang akan menebarkan keadilan, menyelenggarakan syura, memberikan kemenangan bagi orang-orang yang tertindas, dan menghukum mereka yang korup.

Di antara pernyataan Adz-Dzawahiri, pemerintahan berbasis Syariat saat ini belum bisa tegak karena para pendukung/antek penjajah kafir terus membuat makar kepada orang-orang beriman dengan cara yang paling buruk. Mereka para sekutu lokal penjajah kafir menebarkan ajaran sesat, ideologi dan perilaku menyimpang. Sementara harta kekayaan Kaum Muslimin terus mereka keruk.

Orang nomor satu Al-Qaidah ini kemudian mengkritik para rezim yang berkuasa di periode akhir abad-20 dan di awal abad-21. “Mereka (para penguasa negeri Muslim) menyerah kepada rezim penjahat terbesar internasional, tunduk pada sistem ekonomi mereka, dan mengakui eksistensi negara ilegal Israel,” katanya.

Kegagalan Arab Spring dan Kembalinya Rezim Lama

Pada bagian ini, adz-Dzawahiri kembali menyinggung soal Arab Spring tahun 2011 yang dianggapnya telah gagal membawa pemerintahan Islam ke tampuk kekuasaan. Ia menggambarkan, “revolusi bangsa Arab yang begitu kuat” seperti sebuah “gempa bumi” yang dengan dahsyatnya “mengguncang dunia”. Dalam revolusi itu, sebenarnya umat diberi peluang dengan kekuatan atau gelombang yang hampir saja mampu melengserkan rezim-rezim penguasa dan kekuasannya. Tiran diktator Tunisia pun kabur, Libya bangkit melawan rezim tiran, sementara penguasa tiran Maghrib (Maroko) cepat-cepat mengakomodir gelombang kemarahan warga, dan para penjahat tiran Aljazair dibikin ketakutan dan mencurinya.

Namun demikian, ada sebuah konspirasi yang mendorong kembalinya elemen-elemen rezim lama ke tampuk kekuasaan bahkan dengan menempatkan penguasa-penguasa yang lebih kejam dan korup dari penguasa sebelumnya. Adz-Dzawahiri kembali menyayangkan “gerakan-gerakan Islam” dalam hal ini Ikhwanul Muslimin dan yang lainnya bahwa mereka ikut bertanggung jawab di balik konspirasi tersebut dengan menyebarkan “budaya kompromi”.

Masih Ada Harapan

Adz-Dzawahiri mengatakan masih ada harapan bagi perjuangan Islam yaitu dengan jalan jihad, karena revolusi umat telah dimulai dan melekat dengan perlawanan para Mujahidin pemberani. Perlawanan jihad kini telah menyebar di wilayah Maghrib Islami, dari puncak gunung hingga ke pesisir Tunisia, dan bahkan menyebar hingga ke dataran luas Sahel & Gurun, dan juga ke negeri Muslim Sudan. Di seluruh wilayah tersebut, para Mujahidin membentuk aliansi dan bekerja sama melawan penjajah internasional yang didukung oleh sekutu lokal mereka dari kalangan murtaddin.

Konseptor sekaligus pemimpin al-Qaidah ini menyerukan kepada para generasi jihadis untuk berjihad Fie Sabilillah karena mereka adalah anak cucu para singa pejuang yang juga memerangi penjajahan asing di masanya. “Penjajah asing di era modern saat ini sama dengan para penjajah terdahulu yang memerangi, membunuh, dan mengusir bapak-bapak kalian,” kata Syeikh Aiman. Selanjutnya, pengganti Syeikh Usamah Bin Ladin ini memperingatkan, “Saat ini, mereka (para penjajah) sudah datang kembali untuk membunuh saudara-saudara Muslim kalian serta mengusirnya. Dan, untuk mengingatkan kalian bahwa kalian masih di bawah penjajahan & penindasan mereka.”

Perancis dan sekutu-sekutunya terus memerangi JNIM di Mali. Demikian juga negara-negara Barat mendukung pasukan di mana saja di seluruh dunia yang memerangi Mujahidin.

Tim Kreatif Media di Balik Narasi Jihad

Sejak 2015, adz-Dzawahiri kerap merilis komentar maupun pernyataan sikap atas berbagai peristiwa di dunia. Banyak di antara rilisannya tersebut diproduksi dalam bentuk video pendek berdurasi kurang dari 10 menit. Sebelumnya, adz-Dzawahiri juga dikenal melalui rilis komentar atau pernyatannya yang cukup panjang, dan hingga saat ini pun terkadang masih memproduksi pesan video/audio berdurasi panjang.

Nampaknya ada tim kreatif dan editor as- Sahab (sayap media al-Qaidah) yang menyarankan untuk lebih meringkas pesan-pesan atau pernyataan publik pemimpin mereka, sebagaimana rilis video kali ini yang hanya berdurasi 7 menit. Selain as-Sahab, ada juga al-Tamkin Media yang berperan sebagai unit penerjemah al-Qaidah sejak beberapa bulan terakhir. Sejumlah transkrip terjemahan pesan video-audio Dr. Aiman adz-Dzawahiri, termasuk pesan Hamzah Bin Ladin dikerjakan oleh al-Tamkin Media.

Sumber: LongWarJurnal

 

Baca juga, KEDUTAAN PERANCIS DISERANG APLIASI AL-QAIDAH KLAIM BERTANGGUNG JAWAB