Duniaekspress, 10 Maret 2018. – Jakarta – Putri mantan presiden Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid mengkritisi pelarangan cadar yang diberlakukan di UIN Sunan Kalijaga. Menurutnya, memakai cadar adalah bagian dari hak asasi manusia.

Putri Gus Dur,  Alissa Wahid mengatakan memakai cadar berkaitan dengan tafsir atas perintah agama. “Itu hak asasi manusia untuk beribadah dan berkeyakinan,”ujar Alissa saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jumat(09/03/2018).

Alissa, yang dikenal sebagai aktivis sosial, mengingatkan pihak UIN Sunan Kalijaga yang berencana akan memerintahkan mahasiswi yang becadar untuk pindah ke universitas lain. Pihak kampus seharusnya mengkaji lebih dalam terlebih dahulu wacana itu.

Pengkajian diperlukan karena kesan yang akan ditinggalkan ketika seorang mahasiswa dikeluarkan berarti dia telah melakukan pelanggaran yang bernilai tinggi. “Berbeda dengan mengundurkan diri karena dia tidak sejalan sengan nilai-nilai di tempat itu. Itu berbeda sekali, saya pribadi tidak setuju,” kata Alissa.

“Kita hanya mengkhawatirkan kalau ini kemudian jadi preseden sikap represif terhadap hak setiap manusia untuk menggunakan pakaian menurut keyakinannya,”imbuhnya.

Salah satu yang menjadi alasan UNI Suka melarang cadar adalah keluhan dosen yang menganggap cadar dapat digunakan sebagi sarana kecurangan dalam ujian. Mereka khawatir yang mengikuti ujian bukanlah mahasiswi bersangkutan dan tidak terdeteksi karena wajah peserta ujian tertutup cadar.

Terkait hal tersebut, Alissa mengatakan bahwa itu bisa diselesaikan dengan membuat ruang ujian yang terpisah, atau ruang pemeriksaan yang terpisah. “Itu cuma masalah mekanisme kalo kekhawatirannya hanya itu,” ujarnya

“Maka itu bisa diselesaikan solusi lain tidak dengan tidak dengan melarang cadar itu sendiri,” pungkas Alissa.

 

Baca juga, UIN KALIJAGA ANCAM MAHASISWI YANG MEMAKAI CADAR DI KELUARKAN