Duniaekspess, 11 Maret 2018. – Pesan Imarah Islam Afghanistan (Thaliban) kepada Para Ulama Mulia Dunia Islam Soal Kemungkinan Pertemuan Para Ulama di Indonesia.

الحمدلله وکفی والصلوة والسلام علی عباده الذین اصطفی: وبعد

قال الله تعالی في محکم التنزیل:
…إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ )فاطر:28)

“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”
(QS. Fatir 35: Ayat 28)

 

Wahai Para ulama mulia yang terhormat! Semoga salam dan rahmat Allah beserta kalian!

Kalian sepenuhnya sadar bahwa setelah berakhirnya Kenabian, para ulama telah dipercaya untuk memimpin urusan spiritual, mereformasi dan mencerahkan seluruh umat Islam. Dan di atas perbaikan umat secara individual, mereka juga memegang tanggung jawab besar terhadap isu-isu krusial umat Islam.

Meskipun kasus Jihad di Afghanistan bukanlah masalah yang rumit dan genting, namun masih merupakan isu sensitif umat Islam. Kalian sudah tahu bahwa sebuah pemerintahan Islam telah memerintah negeri ini pada tujuh belas tahun yang lalu, di mana kekuasaan politiknya berada di tangan orang yang tulus  dan komitmen, mujahid berperan di masyarakat bersama santri dan ulamanya.

Syariah ditegakkan, Hudud dan Qisas ditegakkam, perintah amar ma’ruf nahi munkar ‘Alquran diperundang-undangkan secara politik, ekonomi, sosial dan di setiap bagian kehidupan, semua peraturan berasal semata-mata dari hadis Alquran dan Nabi.

Namun, musuh-musuh Islam sepanjang sejarah, mereka terus melakukan permusuhan terhadap Islam, secara khusus terhadap tatanan politik Islam selama empat belas abad terakhir dan telah menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada umat Islam melalui perang salib dan imperium, Barat musuh Islam dalam sejarah ini, membentuk sebuah koalisi di bawah kepemimpinan Amerika dan menyatakan permusuhan mereka kepada Imarah Islam (Pemerintahan Thaliban).

Mereka awalnya meluncurkan perang propaganda terhadap Imarah Islam, kemudian dilanjutkan dengan pemberian sanksi ekonomi dan politik, lalu akhirnya melancarkan invasi militer ke tanah air Islam kami yang merdeka.

Serangan Tirani kafir Barat menggulingkan pemerintah Islam kami, menduduki tanah kami, mengutuk dan memperbudak kami di rumah kami sendiri, menguasai tanah dan ruang udara kami, membangun pangkalan udara dan militer yang luas di tanah air kami untuk melakukan dominasi global mereka dan untuk mempermalukan bangsa kami yang gagah berani, terhormat dan mujahid. Mereka memasang boneka-boneka Barat yang telah meninggalkan rakyat kami demi kekuasaan.

Meskipun bangsa kami sangat menderita, berada dalam kesusahan dan kelelahan. Namun ketika Amerika merencanakan sebuah invasi, Imarah Islam – yang mengendalikan 95% Afghanistan termasuk ibukota Kabul – mengadakan sebuah pertemuan dengan 1500 ulama, kemudian para ulama mengeluarkan fatwa Jihad suci melawan invasi Amerika disaat Imarah Islam berkuasa.

Dan ketika orang-orang kafir di bawah pimpinan Amerika menyerang Afghanistan, Jihad bersenjata diluncurkan melawan mereka di bawah fatwa yang tersebut. Selama dua bulan, Imarah Islam membela kota-kota besar dan ibu kota menggunakan taktik gerilya. Bangsa Afghanistan diperintahkan untuk memenuhi kewajiban Jihad oleh seribu lima ratus ulama Islam melawan penjajah Amerika di bawah teks fatwa yang jelas.

ـــ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِ‌جُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَ‌جُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَ‌امِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِن قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِ‌ينَ ﴿١٩١﴾ بقره
ـــ أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ( ۳۹)الَّذِينَ أُخْرِ‌جُوا مِن دِيَارِ‌هِم بِغَيْرِ‌ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَ‌بُّنَا اللَّـهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّـهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ‌ فِيهَا اسْمُ اللَّـهِ كَثِيرً‌ا ۗ وَلَيَنصُرَ‌نَّ اللَّـهُ مَن يَنصُرُ‌هُ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ ﴿٤٠﴾ سورة الحج ــ
ـــ وَعَنْ أَنَس بن مالک رضی الله عنه،قال قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ»[ رواه ابو داؤد ۳

۲/۲ والنسائي ۷/۶ والحاکم ۸۱/۲].
د حنفي فقهې حکم ـــ وَفي الهندية (۸۸/۲) وَعَامَةِ الْمَشَايخِ رحمهم الله تعالى قَالُوا: الجِهادُ فَرْضٌ عَلَى كُلّ حَالٍ غَيْرَ أنَّهُ قَبْلَ النَّفِيرِ فَرْض كِفَايَة وَبَعْدَ النَّفِيرِ يَصِيرُ فَرْض عَيْنٍ وَهُوَ الصَّحِيْح، وَمَعْنَى النَّفِيرِ أنْ يُّخْبِرَ أهْل الْمَدِينَة أنَّ الْعَدُوَّ قَدْ جَاءَ يُرِيْدُ أنْفُسَكُمْ وَذُرَارِيْكُمْ وَأمْوَالَكُمْ فَإِذَا أُخْبِرُوا عَلَى هَذَا الْوَجْهِ افْتَرَضَ عَلَى كُلّ مَنْ قَدَرَ عَلَى الْجَهَادِ مِنْ أهْلِ تِلْكَ الْبَلْدَةِ أَنْ يَّخْرُجُوا لِلْجِهَادِ وَقَبْلَ هَذَا الْخَبَرِ كَانُوا فِي سَعَة أنْ لَّا يَخْرُجُوا.
ـــ وفی المبسوط للإمام السرخسي (۲-۱۰): ثم أمر رسول الله صلى الله وسلم بالقتال إذا كانت البداية منهم فقال تعالى ﴿أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا﴾ [البقرة: ۱۹۱] أي: أذن لهم في الدفع وقال تعالى ﴿فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ﴾ [البقرة:۱۹۱] وقال تعالى ﴿وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا﴾ [الأنفال: ۶۱] ثم أمر بالبداية بالقتال فقال تعالى ﴿وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ﴾ [البقرة: ۱۹۷[

 

Maka, sesuai dengan fatwa agama yang dikeluarkan oleh para ulama terhormat, Mujahidin Imarah Islam di bawah satu kepemimpinan dan tekad yang teguh memulai perlawanan Jihad mereka melawan serangan orang-orang kafir.

Perjuangan Jihad ini melewati berbagai tahap ujian selama tujuh belas tahun terakhir dan salah satunya ketika agresor Barat mengerahkan sekira 130 ribu tentara yang dilengkapi tank, artileri, pesawat terbang dan teknologi mutakhir serta didukung oleh puluhan ribu milisi bayaran lokal, semua terlibat dalam perang melawan kami. Para agresor melakukan pemboman dan pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya namun masih gagal memecahkan tekad bangsa kami yang beriman.

Segala puji bagi Allah, situasi peperangan telah dibalikkan atas bantuan Allah dan pengorbanan bangsa mujahid. Mujahidin saat ini maju dan apara penjajah semakin mundur dan mundur. Sampai saat ini puluhan panji negara-negara yang menyerang telah diturunkan dan semua tentaranya terpaksa mengundurkan diri kecuali Amerika dan beberapa lainnya yang bersikeras melakukan pendudukan.

Puluhan ribu tentara negara-negara itu juga telah dipaksa untuk mundur dan hanya kontingen kecil yang menghabiskan waktunya di dalam markas yang dibentengi berlapis-lapis (zona aman), segala puji hanya milik Allah, saat ini sebagian besar Afghanistan berada di bawah kendali mujahidin Imarah Islam dan diperintah oleh syariah Allah SWT.

Namun para agresor Barat – meski mereka telah dikalahkan dan dipermalukan oleh Allah SWT di medan perang – belum meninggalkan tekad mereka untuk menjajah. Para penjajah telah menggunakan berbagai tipu muslihat untuk memperpanjang penjajahan secara tidak langsung mereka, melalui poin penting yang disebut ‘Proses Perdamaian’ untuk mendesak  mujahidin menyerah dan membatalkan jihad dengan melegitimasi rezim boneka Kabul dan dengan menyebarkan fatwa yang tidak masuk akal.

Para penjajah sekarang ingin memadamkan perlawanan Jihad bangsa Afghanistan melalui propaganda yang menyesatkan, perang psikologis, konspirasi terselubung, fatwa palsu dan taktik nonmiliter lainnya seperti proses perdamaian.

Para penjajah bertekad untuk memaksa Mujahidin meninggalkan Jihad, mengangkat tangan mereka agar menyerah dan menerima invasi yang tidak dapat dibenarkan secara agama atau diterima oleh hati nurani manusia.

Untuk memberikan legitimasi hukum kepada pemerintah Kabul yang tidak sah dan dalam rangkaian upaya propaganda serta usaha ‘Proses Perdamaian’ yang menipu, kali ini para musuh agama, negara dan kemerdekaan kami ingin menipu para ulama dan negeri-negeri Islam yang dihormati secara internasional dengan mengadakan sebuah pertemuan para ulama Islam di kota Jakarta, indonesia atau di negara lain.

Wakil Pemerintahan Kabul telah menyatakan bahwa konferensi ini akan digelar atas perintah mereka untuk melegitimasi kehadiran penjajah kafir di negara Islam Afghanistan dengan memberikan informasi yang menyesatkan dan melukiskan Jihad sah para mujahidin sebagai kejahatan. Mereka ingin menggambarkan Jihad suci di Afghanistan yang berada di ambang kesuksesan sebagai pertumpahan darah yang melanggar hukum dan bertentangan dengan teks syariah serta mencemarkan Nama Jihad.

Kami berharap – atas dasar ukhuwah Islamiyah dan dalam kaitannya dengan Syariah – untuk mengirim pesan berikut kepada para ulama mulia di dunia secara khusus, kepada para ulama Afghanistan, Pakistan, Indonesia dan negara-negara Islam lainnya:

Sesungguhnya, kalian sangat mengetahui bahwa Taghut Amerika adalah penjajah paling tiran di zaman ini dan tangannya berlumuran darah ratusan ribu umat Islam. Kalian juga mengerti bahwa bangsa kami adalah negara Muslim, sebuah bangsa miskin yang diserbu tanah airnya oleh pasukan asing. Kalian juga menyadari bahwa Jihad bangsa kami adalah perjuangan yang sah yang dipandu dan dipimpin oleh para ulama yang terhormat dan merupakan usaha terakhir dari sebuah bangsa tertindas melawan penjajah yang melampaui batas.

Kalian juga menyadari bahwa konferensi ini di bawah tema ‘Perdamaian yang menyesatkan’ sedang dihadapi oleh penjajah dan pelacur mereka semata-mata untuk menaklukkan rakyat kami. Dan tentunya kalian juga mengetahui trik media Barat, merek tidak peduli seberapa besar kaliam mengkritik Barat di dalam ruang konferensi atau berbicara tentang kebenaran dan syariah, semua kritik itu akan hanya akan berada di dalam aula konferensi dan hanya akan sampai pada publik pernyataan yang menguntungkan kepentingan Amerika serta merusak umat Islam dan Jihad suci. Mereka akan mengidentikan Jihad suci yang ditegakkan berdasarkan teks dan prinsip Syariah sebagai terorisme dan akan menggunakan pendapat ulama yang mulia sebagai rujukan untuk labeling tersebut.

Oleh karena itu, kami ingin mengingatkan kalian sekali lagi— semoga Allah menjauhkan, menghadiri konferensi yang diselenggarakan oleh para penjajah tidak ditafsirkan kecuali sebagai dukungan untuk mereka dan semoga Allah menjauhkan, janganlah kalian seperti orang yang dari peringatkan oleh ayat Al Quran ini.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ »ـ هود-113 )

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud 11: Ayat 113)

Atau sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam:

( من مشى مع ظالم ليعينه وهو يعلم أنه ظالم فقد خرج من الإسلام. رواه الطبراني.)

“Barangsiapa berjalan bersama orang zalim untuk menolongnya, sedangkan dia mengetahui orang itu zalim, maka dia telah keluar dari Islam,” (HR. Thabrani)

Wahai Para Ulama yang terhormat!

Imarah Islam yakin dengan tawakal penuh pada bantuan ilahi bahwa musuh-musuh Islam akan gagal dalam permainan intelijen sebagaimana mereka menghadapi kekalahan di medan perang. Namun karena ukhuwah Islamiyah, kami berharap pemerintah dunia Islam tidak akan memfasilitasi pertemuan semacam itu. Pesan kami kepada para ulama mulia adalah jauhilah partisipasi dalam pertemuan tersebut dan putuskanlah masalah ini berdasarkan kitab Allah, hadis dan bimbingan iman. Jangan memberikan kesempatan kepada orang-orang kafir yang menyerang Afghanistan untuk menyalahgunakan nama dan partisipasi kalian dalam konferensi ini sebagai sarana untuk mencapai tujuan jahat mereka. Jika tidak memungkinkan untuk secara terbuka menyatakan dukungan kalian kepada mujahidin, maka sangat mungkin bagi kalian untuk melindungi diri kami dari kafir orang-orang kafir dengan mengadopsi sikap tidak berpartisipasi.

Semoga Allah mengizinkan agar rasa sakit dan pesan kami sampai kepada kalian, sehingga kita dibebaskan dari siksaan dan hukuman akhirat karena gagal mempertimbangkan hak-hak satu sama lain.

وما علینا الا البلاغ ، حسبنا الله ونعم الوکیل نعم المولی ونعم نصیر

 

Wasalam

Imarah Islam Afghanistan

۲۲/۶/۱۴۳۹هـ ق

۱۹/۱۲/۱۳۹۶هـ ش ـــ

10/32018 م

 

Sumber : https://alemarah-english.com/?p=26447

 

Baca juga, THALIBAN : SEJAK AWAL KAMI MENGINGINKAN PERDAMAIAN BUKAN PERANG