Duniaekspress, 21 Maret 2018. – Jakarta – Pemerintahan Indonesia tengah mempromosikan konsep Indo Pasifik ke berbagai negara Asia Pasifik. Konsep hubungan antar negara lintas kawasan itu selalu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam setiap kunjungan internasionalnya.

Jokowi telah memperkenalkan konsep Indo Pasifik saat berkunjung ke Sri Lanka, India, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan pada Januari lalu. Hal itu juga disampaikannya pada saat pertemuan ASEAN-Australia pekan lalu.

Direktur Kerja Sama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Andre Omer Siregar mengatakan konsep Indo Pasifik ini adalah terobosan Indonesia untuk meningkatkan perekonomian negara Asia Pasifik. Kerjasama itu melibatkan peran negara-negara yang tergabung di ASEAN utamanya, dan negara maju lainnya Amerika, Rusia, China dan Australia.

“Konsep kerjasama ini juga diharapkan menjadikan lebih adilnya pembangunan arsitektur kawasan, serta terbuka dan transparan bagi terciptanya kawasan yang damai, stabil dan sejahtera,” kata Andre dalam acara Diplomatic Forum di Jakarta, Selasa 20 Maret 2018.

Dia menjelaskan Indo Pasifik menjadi perhatian yang sangat besar bagi Indonesia di Tahun 2018 ini. Andre mengaku banyak kalangan mempertanyakan manfaat Indo Pasifik bagi Indonesia. “Keuntungan kita dengan konsep Indo Pasifik ini adalah perdamaian, keamanan dan tentunya kemakmuran,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Pengawas dan Pengkaji Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Siswo Pramono menuturkan konsep Indo Pasifik yang digalang Indonesia sudah lama dibuat, tepatnya pada 2012 silam. Dalam perjalanannya, saat ini Indonesia tidak akan megambil keuntungan sendiri, melainkan akan berbagi dengan ASEAN. Karenanya diharapkan ASEAN akan bersatu dan memperkuat pemahaman mengenai konsep Indo Pasifik usulan Indonesia.

Sementara, Direktur Program INDEF, Berly Martawardaya menilai ide Indo Pasifik tersbeut merupakan upaya mempersatukan kerjasama antara tiga kekuatan, yaitu negara-negara kawasan ASEAN, Pasifik dan Hindia. “Sehingga dengan kerjasama gabungan ini akan memperkuat segala hubungan politik luar negeri antar negara, baik di bidang ekonomi, pendidikan, budaya dan lainnya,” pungkasnya.

 

Baca juga, AUSTRALIA “TEKAN” INDONESIA AGAR TAK BERI KERINGANAN PADA USTADZ ABU BAKAR BA’ASYIR