Duniaekspress, 22 Maret 2018. – Begitu dahsyat fitnah dunia. Tidak tanggung-tanggung bahkan sampai merambah ke dalam ranah dakwah. Jika dahulu musuh-musuh Allah mengatur strategi fitnahan itu dibalik intrik dan juga pengintaian mata-mata. Maka kini pun tak jauh berbeda. Upaya itu digulirkan bersama wacana kotor berbalut politik busuk ala demokrasi sekuler.

Allah Subhanahu wa ta’ala bahkan pernah mengingatkan perkara tersebut di dalam kitab suci Al-quran.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS al-Hujuraat [49]: 6)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, ia berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

Maka sekali lagi jika kita mendapati berita atau informasi yang datang dari orang fasik, hendaklah benar-benar dilakukan kroscek dan carilah kejelasannya. Jika kita sudah dapat bukti akan kebenarnya berita tersebut, baru boleh diterima. Namun jika terbukti dusta, maka jelas harus didustakan dan tidak boleh diamalkan.”

As Sa’di menyatakan lagi kelanjutannya, “Ayat tersebut pun menjadi dalil bahwa berita dari orang yang jujur hendaklah diterima. Sedangkan berita dari orang yang berdusta, jelas tertolak. Sehingga apabila suatu berita diinformasikan dari orang fasik, maka diamkan. Oleh karenanya salaf tetap masih menerima riwayat dari orang Khawarij yang terkenal jujur walau ia fasik.” Demikian disebutkan oleh Syaikh dalam Taisir Al Karimir Rahman.

Oleh sebab itu, mari sikapi berita yang ada dengan cermat di berbagai media. Baik yang ada di internet, televisi, koran, radio, maupun sosial media. Bahkan kebanyakan Berita-berita yang ada bukanlah dari orang yang jujur, namun dari orang yang ingin mencari ketenaran, ingin ratingnya naik, ingin membuat sensasi dan ada yang maksudnya demi mendapat penghasilan semata. Tugas kita adalah, harus pandai-pandai mengkroscek dan mencari kebenaran berita tersebut. Bukan serta merta mengkonsumsinya begitu saja atau bahkan dengan mudah disebar kapada orang lain.

Apalagi di tengah memanasnya isu politik akhir-akhir ini. Bahkan para pengusung panji dakwah pun tak luput dari terpaan isu yang menyesatkan. Adalah manusiawi memang. Namun sebagai seorang dai/daiyah, hendaklah senantiasa menahan diri dari pada menyebar segala macam informasi yang belum tentu kebenarannya.

Perkara inipun berlaku bagi diri ini. Seorang al-fakir, yang mencoba meniti jalan Ilahi. Bahwa ada kalanya ditengah perjalanan dakwah, hembusan angin bisa sepoi-sepoi. Namun sesaat kemudian arah angin bisa bergerak cepat hingga berubah menjadi badai.

Namun. Tetapkanlah langkah kaki. Beserta keyakinan hakiki yang lahir dari mabda Islamiyah. Bahwa bersama jamaah, fikrah dan thoriqoh ini akan senantiasa lurus. Selurus manhaj kenabian. Tetaplah teguh dan tidak bergeming. Sebagaimana ungkapan pepatah lama “semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang pula angin yang menerpanya.” Keep fight, para pejuang Allah. Para pengemban dakwah. Sebab kalianlah “Penjaga Islam yang Terpercaya.”

 

Ditulis Oleh: Rahmiani Tiflen, S.Kep (Revowriter Papua Barat)

 

Baca juga, KRITIS TANPA HOAX