Duniaekspress, 29 Maret 2018. – Jakarta – Anggota Tim Perumus RUU Terorisme, Arsul Sani mengatakan bahwa pelibatan TNI dalam mengatasi teroris menjadi perdebatan di kalangan Tim Perumus. Menurutnya, pembahasan tersebut menjadi salah satu faktor mengapa RUU terorisme tak kunjung selesai.

“Persoalan peran TNI salah satu penyebab kenapa pembacaan ini menjadi lama. Ini RUU sebenarnya sedikit, ini nggak banyak jumlah pasal, saya kira 20 pasal,” katanya dalam diskusi ‘Nasip Pembahasan RUU-Anti Terorisme di DPR’ pada Kamis (29/03/2018) di Kantor Imparsial, Jakarta Selatan.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah pembahasan pelibatan TNI selesai, muncul beberapa gagasan. Menurutnya, TNI dalam mengatasi terorisme merupakan bagian dari operasi militer selain perang.

“Operasi selain perang tersebut dilakukan sesuai tupoksi TNI,” jelasnya.

Politisi PPP ini juga menempatkan bahwa yang dimaksud dilakukan sesuai tupoksi adalah sebagaimana ditentukan UU yang mengatur TNI dan pertahanan negara.

“Setelah kita berdebat berbulan-bulan, kembali pada UU TNI. Hanya kalau dengan UU ini, yang disebut keputusan presiden ini akan dinormakan dalam Perpres,” tukasnya.

Baca juga, INDONESIA PROMOSIKAN KERJASAMA INDO PASIFIC