Duniaekspress, 13 Mei 2018. – Jakarta – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan resolusi untuk menyikapi pemindahan ibukota Israel ke Al-Quds.

Pertama, kata dia, Komisi Fatwa mendukung keputusan pimpinan harian MUI untuk menolak pemindahan tersebut. “Memperkuat dan mendukung penuh keputusan Pimpinan harian MUI atas kecaman dan penentangan atas keputusan menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibukota penjajah Israel,” kata Ustadz Zaitun saat berorasi dalam Aksi Bela Palestina di Monas, Jakarta pada Jumat (11/05/2018).

Foto: Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat berorasi di Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis.

Kedua, lanjut Ustadz Zaitun, MUI menentang segala upaya membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Dan sikap ketiga, umat Islam berkewajiban menolak keputusan Trump.

“Kaum muslimin berkewajiban secara syar’i menentang dan menolak keputusan Trump serta segala bentuk penjajahan. Salah satu jalannya dengan mendukung unjuk rasa Bela Baitul Maqdis,” katanya.

“Aksi ini dapat menjadi salah satu jalan melawan kemungkaran yang merupakan kewajiban umat Islam,” sambungnya.

Ustadz Zaitun juga mengimbau umat Islam untuk memberikan bantuan pada rakyat Palestina pada umumnya dan penduduk Baitul Maqdis untuk menjaga tanah suci tersebut dari kebiadaban zionis Israel. Bantuan tersebut bisa diberikan dalam bentuk uang, atau kebutuhan di bidang kesehatan dan pendidikan.

Terakhir, ia mengajak bangsa Indonesia dan masyarakat internasional untuk terus menentang penjajahan di Palestina dan dimanapun di dunia ini. (kiblat)