Duniaekspress.com (14/5/2018)- Setidaknya delapan orang tewas dalam ledakan bom mobil di dekat gedung pemerintah provinsi di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur.

Setelah ledakan itu, empat penyerang menyerbu direktorat keuangan di ibukota provinsi, Jalalabad dan memicu pertempuran sengit dengan para pasukan keamanan Afghanistan.

“Delapan warga sipil, termasuk tiga karyawan departemen keuangan, tewas dalam serangan bom mobil. Empat puluh dua orang juga terluka,” Ungkap Attahullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi Nangarhar seperti yang laporkan Al Jazeera, Ahad (13/5/2018).

Keempat penyerang berhasil dilumpuhkan oleh pasukan keamanan setelah lima jam baku tembak.

Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

ISRAEL DAN IRAN SALING SERANG DI SURIYAH

DILAPORKAN PEMIMPIN SYI’AH HOUTHI BERUSAHA MELARIKAN DIRI KE IRAN

Pasukan keamanan Afghanistan telah berjuang untuk memerangi Taliban dan ISIL sejak AS dan NATO secara resmi mengakhiri misi tempur mereka di negara itu pada 2014 dan mengalihkan fokus mereka ke dukungan dan peran kontraterorisme.

Taliban telah menguasai distrik di seluruh negeri, dan kedua kelompok telah melakukan serangan di ibukota Afghanistan, Kabul, dalam beberapa bulan terakhir, menewaskan sejumlah orang.

Pada 9 Mei, serangan bunuh diri yang diklaim oleh Taliban dan kelompok ISIS di dua kantor polisi di ibukota Afghanistan, Kabul yang menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya.

Situs pendaftaran pemilih juga diserang karena negara bersiap untuk mengadakan pemilihan legislatif yang lama tertunda, yang dijadwalkan untuk Oktober.

Tahun lalu, AS berjanji untuk meningkatkan dukungannya terhadap pasukan Afghanistan, mengumumkan rencana untuk ribuan penasihat tambahan dan meningkatkan serangan udara dalam upaya untuk memaksa Taliban untuk memasuki perundingan perdamaian. [fan]