Duniaekspress.com (15/5/2018)- Seorang balita Palestina gugur syahid pada Selasa pagi, pasca menghirup gas air mata di Gaza Timur, saat ikut serta bersama keluarganya dalam aksi pawai kepulangan, yang menambah jumlah warga yang tewas pada pawai kepulangan.

Juru bicara kementerian kesehatan Palestina, Ashraf al Qudra dalam rilisnya menyebutkan, seorang balita, Laila Anwar Ghandur berusia 8 bulan, gugur akibat menghirup gas air mata di Gaza Timur.

Kementerian Kesehatan Palestina meminta perlindungan medis bagi tim mereka di lapangan, serta dukungan obat-obatan dan kebutuhan pokok.

Sejak diluncurkannya pawai kepulangan di Gaza pada 30 Maret, menuntut hak kepulangan pengungsi Palestina dan mengakhiri blockade zalim Israel atas Gaza, pasukan Israel telah membunuh 113 warga Palestina, termasuk 6 jenazah yang ditahan dan belum diserahkan, serta melukai lebih dari 12000 orang lainnya.

DITENGAH AKSI PROTES, AS RESMIKAN KEDUBESNYA DI YERUSALEM

Sementara itu dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (15/5), Pertahanan untuk Anak Internasional mengatakan 12 anak menjadi korban oleh tembakan Israel sejak 30 Maret ketika warga Palestina melancarkan protes menjelang ulang tahun Nakba, sebuah istilah yang digunakan oleh Palestina untuk merujuk pada penggusuran massal.

Pada hari Senin (14/5), setidaknya 60 orang Palestina menjadi martir dan ratusan lainnya terluka saat unjuk rasa memperingati hari peringatan dan protes terhadap relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Menurut LSM yang bermarkas di Jenewa ini, enam anak termasuk di antara mereka yang tewas oleh tembakan Israel selama protes hari Senin.

LSM itu mengatakan 14 anak-anak tewas oleh peluru tajam yang digunakan oleh pasukan Israel. [fan|pip|al jazeera]