Duniaekspress.com (15/5/2018)- Amerika Serikat telah secara resmi membuka kedutaan besarnya di Yerusalem di tengah aksi-aksi protes mematikan di Jalur Gaza.

Langkah pada hari Senin mengikuti keputusan Desember 2017 oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan merelokasi misi AS di sana dari Tel Aviv.

Deklarasi kontroversial Trump secara luas dikecam oleh masyarakat internasional, dengan Majelis Umum PBB menolak dengan mayoritas besar pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebagian besar negara mengatakan status Yerusalem sebuah kota suci bagi orang Yahudi, Muslim dan Kristen, harus ditentukan dalam penyelesaian perdamaian terakhir dan bahwa memindahkan kedutaan mereka sekarang akan menilai lebih dulu kesepakatan tersebut.

PINDAHKAN KEDUBES KE YERUSALEM, AL-QAEDA SERUKAN JIHAD LAWAN AS

ISRAEL TEMBAK MATI 28 WARGA PALESTINA DI GAZA

Kementerian luar negeri Israel mengatakan semua 86 negara dengan misi diplomatik di Israel diundang ke pembukaan kedutaan, dan 33 orang dikonfirmasi hadir.

Berikut ini adalah rincian dari negara-negara yang menghadiri upacara:

A: Albania, Angola, Austria

C: Kamerun, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Republik Ceko

D: Republik Dominika

E: El Salvador, Ethiopia

G: Georgia, Guatemala

H: Honduras, Hungaria

K: Kenya

M: Myanmar, Bekas Republik Makedonia Yugoslavia

N: Nigeria

P: Panama, Peru, Filipina

R: Rumania, Rwanda

S: Serbia, Sudan Selatan

T: Thailand

U: Ukraina

V: Vietnam

P: Paraguay

T: Tanzania

Z: Zambia