Duniaekspress.com (16/5/2018)- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Hamas bukanlah organisasi teroris, pernyataan tersebut disampaikan secara khusus kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Pengingat untuk Netanyahu: Hamas bukan organisasi teroris dan Palestina bukan teroris. Ini adalah gerakan perlawanan yang membela tanah air Palestina melawan kekuatan penjajah,”tulis Erdogan di akun Twitter resminya.

“Dunia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina melawan penindas mereka,” tambah sang presiden.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 62 demonstran Palestina telah menjadi martir oleh tembakan Israel di salah satu pembantaian satu hari paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Sebelumnya pada hari Selasa, Erdogan menuduh PM Israel memiliki “tangan yang berlumuran darah Palestina” menyusul pembunuhan tanpa pandang bulu oleh pasukan Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

“Netanyahu adalah PM negara apartheid yang telah menduduki lahan penduduk yang tidak berdaya selama lebih dari 60 tahun yang melanggar resolusi PBB,” kata Erdogan.

“Dia memiliki darah Palestina di tangannya dan tidak bisa menutupi kejahatan dengan menyerang Turki. Ingin pelajaran tentang kemanusiaan? Baca 10 perintah, ”tambahnya.

ANAK PALESTINA TAK LUPUT DARI SASARAN ISRAEL

DITENGAH AKSI PROTES, AS RESMIKAN KEDUBESNYA DI YERUSALEM

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin pagi untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati ulang tahun Nakba dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 demonstran Palestina telah tewas oleh tembakan Israel lintas-perbatasan, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Pekan lalu, pemerintah Israel mengatakan protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku. [fan|Anadolu]