Wawancara dengan Harakat Thaliban ( Pejuang Turki di Suriah dibawah kesetiaan kepada Thaliban di Afghanistan )

Duniaekspress, 15 Mei 2018. – Di Suriah terdapat banyak faksi-faksi pejuang kecil yang keberadaannya tidak di ketahui banyak orang dikarenakan sebagian dari faksi tersebut sengaja menutup diri dari media. Salah satunya adalah Harakat Thaliban atau nama sebelumnya adalah Katibat Thaliban.
Faksi ini terdiri dari sebagian besar muhajirin dan anshar yang setia kepada Thaliban di Afghanistan.

Wawancara kali ini membahas mengenai mengapa mereka bergabung dengan Hay’at Tahrir Sham pada 29 Januari lalu kemudian memisahkan lagi. Tentang hubungan mereka dengan berbagai faksi jihad di Suriah dan yang terpenting adalah bagaimana mereka melihat kehadiran tentara Turki di Idlib dan Aleppo.

Pertanyaan :
“Bagaimana anda menanggapi situasi saat ini dan dimana posisi kalian sekarang?”

Jawab :
“Situasi saat ini bagus, karena anda tahu Turki meluncurkan operasi mereka di Afrin yang memperbaiki situasi. Sementara posisi kami masih aktif melawan rezim”

Pertanyaan :
“Kalian sebelumnya bergabung dengan HTS, mengepa kalian melepaskan diri dan bagaimana hubungan kalian dengan mereka sekarang?”

Jawab :
“Kami memisahkan diri dengan HTS dan karena niat kami sebelumnya adalah bergabung bersama dalam basis militer.
Sejak awal ketika kami mengumumkan bergabung, kami bertemu dengan pemimpin HTS. Kami mengatakan kepada mereka bahwa kami ingin bergabung dalam basis militer (pertempuran, ribath dll), dan kami juga menjelaskan bahwa kami memiliki struktur administrasi sendiri yang selaran dengan Thaliban (di Afghanistan)

Setelah kami bergabung dengan mereka, HTS meluncurkan pertempuran di Hama yang mereka inginkan secara eksklusif untuk menjadi operasi mereka sendiri. Jadi kami pergi dan menemui beberapa pemimpin militer mereka untuk memberitahukan bahwa kami ada 30 pejuang muhajirin yang ingin berpartisipasi dalam pertempuran. Karena dalam pertempuran Hama ini kami tidak aktif di depan, jadi kami tidak tahu bagaimana medan nya.

Kami meminta agar setiap peleton kecil HTS yang terdiri dari 30-40 pejuang, kami ingin menambahkan 5 pejuang kami. Sehingga mereka dapat memandu kami mengenai medan pertempuran.

Salah satu pemimpin militer HTS menanggapi dan mengatakan jika kami belum mengumumkan baiat kepada HTS, maka kami tidak diizinkan untuk berpartisipasi.

Kami mencoba membujuk mereka agar kami dapat bergabung dalam pertempuran, tetapi HTS menolak mentah-mentah, dan menyatakan bahwa pertempuran ini adalah eksklusif untuk HTS dan tidak ada faksi lain yang dapat begabung.

Semenjak masalah ini, kami hanya bersama mereka selama kurang lebih 2 bulan, dan sekarang kami tidak memiliki kontak atau hubungan sama sekali dengan mereka.

Ini adalah masalah terbesar yang kami miliki dengan mereka. Kami kembali menegaskan bahwa kami adalah Mujahidin tanpa motif tersembunyi apapun. Jadi biarkan kami bermanfaat bagi kalian dan Agama Allah. Kami hanya bekerja untuk Allah, kami tidak meminta apapun dari kalian baik senjata, amunisi maupun kendaraan. namun upaya kami tetap saja tidak berhasil”.

Pertanyaan :
“Saya ingin tahu lebih banyak mengenai faksi kalian. Saya faham bahwa beberapa hal mungkin akan sensitif untuk alasan keamanan. Jika boleh saya tahu, semenjak faksi ini terbentuk ada berapa anggota yang kalian miliki? Serta darimana saja kalian mendapat bantuan atau senjata?”

Jawab :
“Kami pertama kali datang ke Suriah tahun 2011-2012, dan seperti yang anda ketahui disana, banyak mujahidin yang berdatangan ke Suriah. Jadi kami ada dalam kelompok kami pada waktu itu para Muhajirin dari berbagai belahan bangsa.
Tetapi setelah fitnah al-dawlah (ISIS), sebagian besar muhajirin pergi dan bergabung bersama mereka.

Pada saat itu dalam jumlah terbesar kami ada sekitar 300 Muhajirin dan 300 Anshar atau penduduk Suriah asli. Namun setelah fitnah al-dawlah, hanya sekitar 80 muhajirin dan 100 Anshar saja yang hingga sekarang bersama kami. Anggota kami terdiri dari orang Turki, Suriah, Arab dan muhajirin dari berbagai belahan dunia.

Kami aktif di front Afrin melawan PKK. Tetapi secara independent, bukan bersama Euphrat Shiled di daerah Aleppo. Dan didekat kami daerah Tel al-Ays dimana tentara Turki ditempatkan sekitar sekitar 500-600 meter ada serangan udara. Saya pikir pertempuran besar tidak akan terjadi diwilayah tersebut karena perjanjian Turki dan Rusia. Dan jika rezim mencoba untuk maju didaerah itu maka akan ada masalah diantara mereka dengan Rusia.

Untuk saat ini, kehadiran Turki di Idlib tidak mempengaruhi kami dengan cara apapun, mereka tidak berpatroli di sekitar pasar atau kota. Dan kami hampir tidak melihat mereka kecuali saat mereka masuk dari perbatasan ke pangkalan mereka. Mereka masuk tanpa pengumuman apapun dan langsung menuju ke posisi militer mereka tanpa meninggalkan apapun kecuali untuk rotasi pasukan.

Itulah situasinya untuk saat ini di Idlib, seperti yang anda tahu bahwa Erdogan sekarang berbicara tentang memasuki Idlib dan entah bagaimana cara yang dilakukan kami sendiri tidak mengetahuinya. Tetapi untuk saat ini ada kesepakatan yang sangat kuat antara HTS dan pemerintah Turki. Jadi dalam pandangan saya pribadi, jangan pernah berpikir bahwa pertempuran antara HTS dan Turki akan terjadi.

Namun ada beberapa berita baru yang muncul yang mengatakan bahwa rezim sedang mengumpulkan pasukan diwilayah Sahil dekat pangkalan militer Jurin untuk melakukan serangan ke Jisr al-Shughur, dimana Turki tidak memiliki posisi militer disana. Hanya ada Mujahidin,Muhajirin dan penduduk lokal sana.”

Pertanyaan :
“Apa jawaban anda kepada orang-orang karena kesetiaan anda kepada Thaliban, pada dasarnya anda adalah Al Qaeda dan bahaya bagi Turki dan Barat. Apakah anda memiliki permusuhan terhadap Barat dan Turki atau niat untuk melawan mereka?”

Jawab :
“Untuk saat ini, tujuan terbesar adalah memerangi Bashar al-Assad, setelah itu Iran, dan setelah itu Rusia. Ketiganya adalah prioritas kami. Ketika pemimpin kami berada di Afghanistan, mereka melakukannya untuk melawan semua negara Barat. Tetapi situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu. Prioritas saat ini adalah menumbangkan rezim Suriah. Dan jika semua sudah berakhir, maka kami meminta kepada Allah untuk membuka bagi kita jalan ke tempat lain untuk melanjutkan Jihad.”

 

Pertanyaan :
“Anda memiliki kesetiaan kepada Thaliban, dan ada juga faksi lain yang sejalan dengan Thaliban seperti Uzbek Katibat Imam Al-Bukhory dan kelompok Al Qaeda Hurras ad-Din. Mengapa anda tidak bergabung menjadi satu grup?”

Jawab :
“Sejak awal ketika kami datang ke Suriah pada tahun 2011, hanya ada satu faksi terorganisasi yaitu Ahrar Sham, ada beberapa faksi lain tetapi lebih seperti penduduk lokal yang mengangkat senjata atas nama kebebasan. Namun satu-satunya kelompok islam di awal revolusi adalah Ahrar Sham, setelah itu Jabhah Nusrah yang muncul sangat kuat dan memiliki sejumlah besar barisan muhajirin. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, para pemimpin kita memiliki kesetiaan kepada Thaliban dan juga seperti yang anda sebutkan ada kelompok -kelompok seperti Imam al-Bukhory dan Hurras ad-Din. Tetapi bahkan Hurras ad-Din belum bisa mengumumkan diri mereka Al Qaeda dikarenakan belum mendapat izin dari Syeikh Ayman al-Zawahiry.

Dan mengenai saudara-saudara Uzbek, mereka masih memiliki faksi Afghanistan mereka yang aktif. Sehingga mereka mengikuti pemimpin mereka disana yang dibawah kesetiaan kepada Thaliban.
Masalah utama kami disini sekarang adalah bahwa jika dua dari faksi ini bergabung bersama, mereka akhirnya akan tumbuh lebih besar dari HTS. (AB)

 

baca juga, PESAN MUJAHIDIN THALIBAN UNTUK ULAMA INDONESIA