Duniaekspress.com (17/5/2018)- Pemimpin gerakan perlawanan Hamas Yahya al-Senwar mengancam akan menyerang Israel jika negara tersebut tak mengakhiri blokade terhadap Jalur Gaza.

“Kami baru-baru ini mengirim pesan yang jelas (ke Israel) bahwa kami tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan militer jika blokade (sejak 2007) di Gaza berlanjut,” kata al-Senwar ketika diwawancara Aljazirah TV pada Rabu (16/5) malam.

Ia pun menyinggung tentang eskalasi terbaru di perbatasan Gaza-Israel. Al-Senwar mengatakan aksi demonstrasi damai ribuan warga Palestina di wilayah itu sejak akhir Maret lalu telah mencapai banyak tujuan. “Terutama menempatkan kasus embargo (Gaza) sebagai diskusi di badan-badan dan negara-negara internasional,” ujarnya.

Walaupun, ia menyadari aksi tersebut harus dibayar mahal oleh tewasnya puluhan warga Palestina akibat diserang pasukan Israel. Kendati demikian, al-Senwar mengatakan aksi demonstrasi di perbatasan Gaza-Israel masih akan dilanjutkan.

“Hamas dan faksi-faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza berupaya menjaga aksi damai, dan jika keadaan membutuhkan opsi militer, itu akan terjadi nanti,” ujar al-Senwar menegaskan.

TIDAK ADA FAKSI BERSENJATA DALAM AKSI UNJUKRASA DI GAZA

Sebelumnya mantan kepala biro politik Hamas Khaled Misy’al menegaskan bahwa faksi-faksi perlawanan tidak berada di belakang aksi unjukrasa yang terjadi di perbatasan Gaza, akan tetapi lanjut Misyal mereka adalah orang-orang tidak bersenjata (sipil, red) yang berusaha mengirimkan tiga pesan ke dunia.

“Pesan-pesan ini adalah: Aku ingin kembali ke tanah airku dan negeriku yang aku diusir dari sana. Sekarang waktunya blokade berakhir dan al-Quds adalah kota Arab dan Islam, kami tidak terima sikap Amerika,” Jelas Misy’al dalam wawancaranya dengan TV Aljazeera, Selasa (15/5/2018).

“Bahwa semua melihat pemandangan di Gaza adalah gerakan rakyat dan bukan faksi, murni gerakan rakyat,” tambahnya.

Misy’al menyerukan agar model perlawanan rakyat yang terjadi di Jalur Gaza ditransfer ke Tepi Barat melalui konsensus nasional. Dia menegaskan bahwa hal itu akan menjadi kesulitan besar bagi penjajah Zionis. [fan]