Duniaekspress.com (19/5/2018)- Taliban mengatakan pihaknya tidak akan menargetkan polisi dan militer Afghanistan (lokal,red) karena tingginya jumlah korban yang diderita oleh pasukan keamanan dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Ampunan untuk semua formasi militer, tentara nasional, polisi nasional, Arbakis (polisi lokal) dan semua karyawan rezim untuk melindungi kehidupan dan harta mereka,” Bunyi pernyataan tersebut yang dirilis Jum’at (18/5/2018).

Sementara itu dalam menyatakan bahwa target utama dari serangan musim semi yang baru-baru ini diluncurkan di negara itu (Afghanistan, red) adalah Amerika dan sekutu mereka,

“Pasukan keamanan ini, bagaimanapun, adalah warga negara kami sendiri yang telah bergabung dengan barisan Amerika karena kesesatan atau alasan lain,” kata pernyataan itu, seperti yang dikutip Al Jazeera.

“Jika Anda meninggalkan barisan musuh, mujahidin Imarah Islam akan menggunakan segala cara yang mereka miliki untuk mencoba dan meringankan hidup Anda,”

JUM’AT PERTAMA RAMADHAN, RIBUAN WARGA PALESTINA PADATI AL AQSHA

PERBATASAN RAFAH DIBUKA SELAMA RAMADHAN

INILAH KONDISI BAYI ROHINGYA DI PENGUNSIAN

Taliban, yang dihapus dari kekuasaan oleh pasukan pimpinan AS pada tahun 2001, juga berjanji untuk lebih mengintensifkan serangan di negara itu.

Pejuang Taliban menyerang markas polisi di provinsi Farah barat pada hari Senin (14/5), menewaskan sedikitnya 20 anggota pasukan keamanan.

Dalam bentrokan berikutnya pada Selasa (15/5) setidaknya 25 anggota pasukan keamana dan lima warga sipil tewas di kota Afghanistan.

Pasukan keamanan Afghanistan telah berjuang untuk memerangi Taliban sejak AS dan NATO secara resmi mengakhiri misi tempur mereka di negara itu pada tahun 2014 dan mengalihkan fokus mereka ke dukungan dan peran kontra-terorisme.

Menurut penelitian BBC baru-baru ini, Taliban aktif di 70 persen distrik, sepenuhnya mengendalikan empat persen dari negara dan menunjukkan kehadiran fisik terbuka di lain 66 persen.

Tahun lalu, AS berjanji untuk meningkatkan dukungannya terhadap pasukan Afghanistan, mengumumkan rencana untuk ribuan penasihat tambahan dan meningkatkan serangan udara dalam upaya untuk memaksa Taliban untuk memasuki perundingan perdamaian.

Taliban, yang memerintah negara Asia Selatan antara 1996-2001, telah menetapkan penarikan pasukan asing dari negara itu sebagai persaratan untuk perundingan damai. [fan]