Duniaekspress.com (20/5/2018)- Ustadz Haris Amir Falah mengatakan bahwa gerakan (kelompok teror, red) sekarang dibangun berdasarkan banyak faktor yang salah satunya adalah, gerakan sekarang dijangkiti pemahaman ghuluw fie dien (berlebihan dalam memahami agama, red) begitu kerasnya dalam memegang prinsip-prinsip sehingga yang terbangun orang diluar mereka tidak dianggap keimanannya.

“Meskipun mereka Islam tapi tidak sama dengan aqidah yang mereka miliki itu dianggap mereka bukan Islam dan ini berdampak secara hukum, pasti akan dihalalkan darah dan hartanya, apa lagi orang yang jelas-jelas kafir,” Terangnya dalam diskusi yang bertajuk “Mengurai Benang Kusut Terorisme”, Sabtu (19/5/2018).

“Gerakan mereka sangat sporadis sekali, bahkan Masjid saja pernah mereka bom, apalagi Gereja,” Ujarnya.

Akan tetapi Haris menambahkan ada juga teror yang dibangun atas dasar dendam karena penanganan-penanganan kasus terorisme yang sangat represif, dia mencontohkan kasus Thamrin yang mana pelakunya adalah mantan terpidana terorisme.

“Didalam pemahaman teman-teman ini mereka punya prinsip bagaimana darah harus dibayar dengan darah, nah, inikan berbahaya,” Tegasnya.

TEROR BOM SURABAYA DALAM TIMBANGAN FIQIH

AMAN ABDURRAHMAN DITUNTUT HUKUMAN MATI

Dalam diskusi yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) juga menghadirkan beberapa pembicara diantaranya: Amidan (TPM), Ust Yusuf Martak (GNPF-Ulama), Reza Indragiri (Pakar Psikologi Forensik), dan Gufron Mabruri (Imparsial).

[fan]