Duniaekspress.com (21/5/2018)- Sebuah lembaga yang menangani masalah tahanan menginformasikan, tewasnya seorang tawanan Palestina dari kota al-Quds, pada hari Ahad (20/5) pasca mengalami stroke di klinik penjara Ramla Israel.

Menurut lembaga urusan tawaan dan eks tawanan, tawanan asal al-Quds, Aziz Uwaisat (53) gugur di RS Asaf Haruve Israel, usai dipindahkan dari klinik penjara Ramlah, setelah mengalami peradangan akut dan tekanan paru di paru kirinya, pasca penganiayaan brutal pasukan penjara Israel.

Ketua lembaga urusan tawanan, Isa Qaraqi dalam keterangan pers menuding otoritas penjajah Israel membunuh tawanan Uwaisat, dan menuntut adanya investigasi internasional atas kejahatan ini.

Sementara itu Forum Tawanan Palestina menuding penjajah Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas tewasnya tawanan Uwaisat, karena telah membiarkan penahanan terhadap Uwaisat meski dalam kondisi kritis.

Sebelumnya tawanan Uwaisat menjadi korban penganiayaan brutal pihak penjara Israel, tanggal 2 Mei lalu di penjara Ishel, setelah adanya tuduhan memukul perwira Israel.

Sumber HAM menegaskan, kejahatan dan penganiayaan terhadap tawanan Uwaisat terjadi secara brutal, yang menyebabkan stroke parah dan gagal jantung.

Tawanan Uwaisat ditawan sejak tahun 2014, dan divonis penjara 30 tahun, berasal dari kota Jabal Mukabir, al-Quds Selatan.

Baca Juga:

PERNYATAAN SIKAP TEGAS MUJAHIDIN THALIBAN ATAS PERPINDAHAN KEDUBES AS KE AL-QUDS

Disebutkan bahwa sejumlah tawanan Palestina meninggal dunia akibat penelantaran medis di penjara Israel, selama 5 tahun terakhir ini mencapai 7 tawanan gugur, ditambah syahid Uwaisat yang gugur kemarin.

Forum tawanan menjelaskan, jumlah syuhada gerakan tawanan mencapai 216 orang sejak tahun 1967, termasuk 75 tawanan yang dieksekuti mati pasca penahanan.

Sementara 72 tawanan gugur akibat disiksa, 62 tawanan gugur akibat penelantaran medis, 7 tawanan gugur ditembak di dalam penjara.

Sampai saat ini, jumlah tawanan Palestina di penjara Israel mencapai 6500 orang, termasuk 63 wanita, 6 dari mereka di bawah umur, dan dari kalangan anak-anak mencapai 350 orang dan 11 anggota parlemen Palestina terpilih. [PIP/fan]