Duniaekspress.com. (24/5/2018). – Jakarta – Pengamat gerakan Islam, Ustadz Abu Rusydan menyebutkan ada tiga syarat seseorang boleh menjadi anggota Parlemen atau Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Syarat ini dikutipnya dari Dr. Abdullah Azzam, sosok yang membangkitkan jihad empat dekade terakhir.

“Syarat mutlak adalah tidak boleh ridho dengan demokrasi. Lalu syarat yang pertama adalah dia menjadi anggota parlemen dengan niat untuk membela Islam dan kaum muslimin dan harus ada statement untuk itu,” ungkapnya dalam diskusi bertajuk “Terorisme Politik dan Sekuritisasi Kebijakan” yang digelar Pushami pada Selasa sore (22/05/2018) di Jakarta.

Syarat kedua, seorang yang menjadi atau ingin menjadi anggota DPR tidak boleh menyetujui atau membubuhkan tanda tangan untuk peraturan undang-undang yang menentang tuntunan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun syarat ketiga, tidak mencari dunia di dalamnya.

“Dia tidak mau mencari makan di situ. Kalau perlu, dia sama sekali tidak mengambil gajinya di DPR atau dia mengambil tapi dibagi-bagi untuk yang membutuhkan,” ungkap dai asal Kota Kudus ini.

Abu Rusydan menyebut, dirinya pernah bertemu dengan seorang yang dinilainya memenuhi tiga syarat tersebut pada tahun 2003. Seorang anggota DPR yang tidak ia sebutkan namanya ini pernah bertutur kepada Abu Rusydan, bahwa ia menjadi anggota DPR untuk membela Islam dan kaum muslimin.

“Wallahi, saya ini berjihad dengan menjadi anggota parlemen, saya tidak dibesarkan seperti Anda. Beliau mengatakan bahwa parlemen adalah medan Jihad saya,” ungkapnya mengenang kejadian belasan tahun silam.

Anggota DPR yang tidak ia sebutkan namanya itu berkeinginan membela Islam dan kaum muslimin, paling tidak meringankan beban yang ditanggung kaum muslimin. Kemudian, ia juga tidak mengambil gaji dari DPR untuk makannya dan keluarga.

“Sayangnya ia sudah wafat,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur An Nashr Institute, Munarman berharap bahwa di tahun 2019 banyak anggota DPR yang memenuhi tiga syarat yang sudah disebutkan tadi.

“Semoga di tahun 2019 nanti, bukan hanya ganti presiden, tapi juga banyak anggota dewan yang memenuhi syarat untuk membela Islam di parlemen. Dan tidak menggunakan amanah di parlemen untuk semata kepentingan duniawi atau pribadi,” ungkapnya.

 

Sumber : kiblat.net

 

Baca juga, SEBAB-SEBAB MUNCULNYA SIKAP EKSTRIM DALAM TAKFIR