KORBAN AKSI BIADAB ISRAEL MAKIN BERTAMBAH

Duniaekspress (25/5/2018)- Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, dua pemuda Palestina pada hari Kamis (24/5) menyerah pada luka-luka yang mereka alami minggu lalu selama aksi demonstrasi di sepanjang perbatasan Gaza.

“Ahmad Ali Moustafa Kattush (23), ditembak dan terluka oleh tentara Israel di daerah perbatasan dekat kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza,” kata juru bicara kementerian Ashraf Al-Qudra dalam sebuah rilis yang dikutip Anadolu, Kamis (24/5/2018).

“Dia menjadi martir hari ini,” tambahnya.

Di Tepi Barat, Mohand Abu Tahon pemuda 21 tahun ini juga menyerah pada cedera yang dideritanya pekan lalu selama bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza.

Berita Terkait:

TIDAK ADA FAKSI BERSENJATA DALAM AKSI UNJUKRASA DI GAZA

ISRAEL TEMBAK MATI 28 WARGA PALESTINA DI GAZA

Abu Tahon dipindahkan ke Tepi Barat pada hari Senin untuk menerima perawatan medis, menurut kementerian.

Ketegangan telah meningkat di wilayah Palestina sejak Desember lalu, ketika Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada tanggal 14 Mei, setidaknya 65 demonstran Palestina di Jalur Gaza timur mati syahid dan ribuan lainnya mengalami luka-luka oleh tembakan tentara Israel.

Baca Juga:

REZIM ASSAD RENCANAKAN OPERASI BARU DI SURIAH SELATAN

Mantan kepala biro politik Hamas Khaled Misy’al menegaskan bahwa faksi-faksi perlawanan tidak berada di belakang aksi unjukrasa yang terjadi di perbatasan Gaza, akan tetapi lanjut Misyal mereka adalah orang-orang tidak bersenjata (sipil, red) yang berusaha mengirimkan tiga pesan ke dunia.

“Pesan-pesan ini adalah: Aku ingin kembali ke tanah airku dan negeriku yang aku diusir dari sana. Sekarang waktunya blokade berakhir dan al-Quds adalah kota Arab dan Islam, kami tidak terima sikap Amerika,” Jelas Misy’al .[fan]