Duniaekspress.com (25/5/2018)- Rejim Suriah Bashar al Assad dilaporkan berencana untuk melakukan operasi baru terhadap pasukan oposisi di Suriah selatan.

Sumber-sumber oposisi mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan rezim berharap untuk menegaskan kendali atas jalur perbatasan Nassib dengan Yordania, yang dikuasai oleh Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada tahun 2015.

Sementara itu, Daraa tetap dibagi oleh pasukan rezim, yang memegang bagian utara kota dan FSA yang masih mengontrol bagian selatan.

Kota sekitar 200.000 penduduk berisiko kemungkinan perpindahan, karena banyak yang akan melarikan diri ke negara tetangga Yordania jika rezim melakukan serangan besar.

Menurut angka PBB, Yordania saat ini menampung sekitar 660.000 pengungsi Suriah.

Baca Juga:

DEWAN KEAMANAN PBB “BUBAR” SETELAH GAGAL TANGANI PEMBANTAI GAZZA

KELUAR DARI ISIS KARENA SAYA TIDAK MAU MEMBUNUH KAWAN-KAWAN SAYA

Pada hari Selasa, pasukan yang didukung Iran termasuk pejuang Hizbullah sebagian mundur dari distrik Etman dan Khirbet Ghazaleh Daraa dekat jalan raya yang menghubungkan Damaskus ke ibukota Yordania, Amman.

Selama minggu terakhir, tiga konsentrasi Hizbullah yang terpisah telah meninggalkan daerah itu, dengan penarikan mundur terakhir terjadi pada Selasa pagi.

Pasukan rezim telah cepat mengisi kekosongan, terutama di distrik Sajna dan Al-Manshiyya.

Suriah mengalami kehancuran dahsyat akibat konflik yang dimulai pada awal 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga. [fan]