AMNESTY INTERNASIONAL TUDUH MUJAHIDIN ARSA BUNUH WARGA HINDU

Duniaekspress.com. (27/5/2018). – Yangon- Lembaga advokasi HAM Amnesty Internasional menuduh Arakan Rohingya Salvation Army melakukan pembunuhan terhadap sipil Hindu pada Agustus 2017 silam. Korban yang disebutkan dalam laporan itu mencapai 99 jiwa.

Seperti dikutip dari Reuters pada Ahad (27/05/2018), dalam laporannya yang terbit pekan ini, Amnesty Internasional menyebutkan bahwa gerilyawan ARSA telah melakukan pembunuhan secara kejam di dekat desa terkecil di Rakhine utara.  Laporan itu mengutip saksi termasuk seorang wanita Hindu. Amnesty mengatakan, pembunuhan itu terjadi di dekat Kha Maung Seik pasca serangan ke pos keamanan pada 25 Agustus 2017 silam.

Sementara itu, mujahidin ARSA membantah tuduhan itu. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Twitter @ARSAofficial pada Jumat (25/05/2018), kelompok gerilyawan itu menolak keras tuduhan amnesti internasional tersebut. Bahkan ARSA mengaku bahwa itu adalah tindakan ceroboh dan tidak dapat dibenarkan.

Tuduhan Amnesty ini muncul korban kekerasan militer Myanmar dari etnis minoritas Rohingya tak kunjung mendapatkan keadilan. Lebih dari 700.000 Muslim Rohingya mengungsi akibat pembantaian yang dilakukan oleh junta militer Myanmar. PBB menyebutkan bahwa aksi kekerasan itu merupakan bentuk genosida.

Para pengungsi yang saat ini ditampung di Bangladesh mengungkapkan bahwa mereka mengalami penyiksaan, kekerasan fisik, pemerkosaan hingga pembunuhan oleh aparat militer. Namun Myanmar menolak kesaksian tersebut. (RR).

Sumber: Reuters

 

Baca juga, BANTAHAN MUJAHIDIN ARSA ATAS TUDUHAN DARI AMNESTY INTERNASIONAL