Duniaekspress.com. (28/5/2018).
Dalam sebuah riwayat Sayidinal-Imam Malik ibn Anas atau nama lengkapnya: Malik ibn Anas bin Malik bin ‘Amr bin `Abd Allah al-Humyari al-Asbahi al-Madani, lahir di Madinah pada tahun 714M/93H, dan meninggal pada tahun 800M/179H, beliau adalah pakar ilmu fiqh dan hadits (pengarang kitab al-Muwatha’) serta pendiri Madzhab Maliki, dalam sebuah riwayat di bulan Ramdhan pada saat berbuka puasa beliau menangis hingga bercucuran air matanya membasahi janggutnya, lalu salah satu muridnya bertanya.

Image result for imam malik menangis ketika berbuka

kurma dan air putih, menu berbuka puasa ala-sunnah

_
Murid: ”Wahai guruku yang mulia, kenapakah engkau menangis sedemikian sedih serta menyayat hati kami?? Apakah ada di antara kami yang membuat hatimu sedih, atau hidangan ini kurang berkenan??!”
_
Imam Malik: ”Tidak … tidak wahai murid-muridku. Sungguh, kalian adalah murid-murid terbaikku dan sangat khidmah padaku, bahkan hidangan ini teramat nikmat buatku.”
_
Murid: ”Lalu kenapakah wahai guru kami yang tercinta?”

Image result for imam malik menangis ketika berbuka
_
Imam Malik: ”Sungguh, aku pernah berbuka dengan guruku (Sayidinal-Imam Ja’far ash-Shadiq, cucu Baginda Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam), dalam makanan yang nikmat seperti saat ini, dan beliau (Sayidina Ja’far ash-Shadiq) berkata sambil terisak, ”Wahai ibnu Anas (Imam Malik) tahukah engkau, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang berbuka dengan 3 buah kurma dan air, tapi beliau merasa sangat nikmat penuh syukur, bahkan seringkali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya berbuka sebutir kurma di bagi dengan Sayyidatuna Aisyah, tapi sungguh beliau merasa sangatlah nikmat, Beliau (Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam) sedikit sahur dan bukanya, tapi sangatlah banyak ibadah dan syukurnya, dan beliau selalu mendoakan kita umatnya yang selalu lalai kepada Baginda!!!”
_
“Sedang hari ini, kita di penuhi makanan nikmat dalam berbuka, tapi kita sangatlah jauh dari ibadah dan rasa syukur??” Lanjut Imam Malik, “Dan tahukah kalian setelah berkata itu, maka guruku manusia yang mulia (Sayidinal-Imam Ja’far ash-Shadiq) pingsan karena tiada mampu terkenang akan Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Masya Allah Tabarakallah …(RR).

 

Baca juga, PUASANYA SI PENCURI