SERUAN ERDOGAN UNTUK HADAPI KONSPIRASI MELEMAHNYA MATA UANG MENJELANG PEMILU PRESIDEN DAN PARLEMEN PADA BULAN DEPAN.

duniaekspress.com, 27 Mei 2018.

Nilai tukar mata uang turki turun 20% semenjak tahun lalu

Pada akhir minggu dalam perang melawan nilai tukar Lira (mata uang nasional Turki), Presiden Recep Tayyip Erdogan telah meminta warga Turki untuk mengkonversi tabungan mata uang asing mereka ke mata uang negara.

Lira, yang telah jatuh sekitar 20 persen sejak awal tahun ini, mencapai nilai terendah, yaitu 4,93 terhadap dolar AS pada hari Rabu, sebelum akhirnya bank sentral Turki menaikkan suku bunga utamanya dengan tiga poin persentase menjadi 16,5 persen dalam upaya untuk membantu menstabilkan mata uang.
Kenaikan suku bunga darurat ini juga membantu mengurangi beberapa kerugian, lalu ditindaklanjuti oleh bank sentral yang mengatakan pada hari Jumat bahwa beberapa utang mata uang asing untuk dibayar kembali dengan suku bunga tetap.

Berbicara kepada pendukungnya di kota timur Erzurum pada hari Sabtu, sekitar satu bulan sebelum Turki menuju ke tempat pemungutan suara, Erdogan mengatakan: “Wahai Saudara-saudaraku yang memiliki dolar atau euro di bawah bantal mereka. Pergi dan ubahlah uang Anda menjadi lira. Kita akan gagalkan konspirasi ini bersama-sama.”

Ankara telah berulang kali mengatakan bahwa jatuhnya lira adalah “konspirasi” oleh kekuatan asing yang tidak disebutkan namanya untuk melemahkan Turki.

KORBAN KEBRUTALAN ISRAEL BERTAMBAH

PUASANYA SI PENCURI

 

“Jika sektor keuangan memainkan permainan seperti itu untuk melawan investor dan pengusaha kita,  ketahuilah bahwa Anda akan membayar dengan harga yang mahal,” kata Erdogan, Sabtu.

Perdana Menteri Binali Yildirim pada hari Jumat menyalahkan “manipulasi” penyebab melemahnya lira, “terutama menjelang pemilihan”.

“Perekonomian kami didasarkan pada fondasi yang kuat,” kata Yildirim saat unjuk rasa di Izmir.

Erdogan pada hari Rabu mengatakan dia tidak akan membiarkan “tipe pemerintahan yang dikuasai global” merusak negara dan mengatakan fluktuasi lira tidak mencerminkan realitas ekonomi.

Faik Oztrak, wakil ketua partai oposisi utama Turki, Partai Rakyat Republik (CHP), mengeluarkan pernyataan dimana ia meminta parlemen untuk menetapkan keadaan darurat sebagai alasan untuk “menemukan solusi” terhadap nilai tukar mata uang.

Turki akan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen pada 24 Juni ini.

Melemahnya mata uang Turki menunjukkan bahwa konspirasi global asing dapat mempengaruhi kebijakan politik melalui nilai tukar mata uang,  umat Islam harus memiliki solusi dan kebersamaan dalam menghadapi kejahatan ini.

(AZ)