BANTAHAN MUJAHIDIN ARSA TERHADAP TUDUHAN AMNESTI INTERNASIONAL

Duniaekspress.com. (27/5/2018). – Arakan – Arakan Rohingya Salvatian Army (ARSA) membantah tuduhan telah membunuh 99  warga Hindu di Rakhine utara. Tuduhan itu disampaikan oleh lembaga advokasi hak asasi manusia Amnesty Internasional dalam laporan terbarunya.

Pada Jumat malam (25/05/2018) ARSA kembali merilis keterangan resmi berisikan bantahan melalui tiga dokumen tertulis di akun Twitter @ARSA_official. Berikut ini terjemahan bantahan mujahidin ARSA atas apa yang dituduhkannya tersebut.

ARSA Membantah Tindak Kejahatan Tak Bertanggung Jawab yang Dituduhkan oleh Amnesty Internasional (AI)

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) ingin mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kami kepada Amnesty Internasional atas upaya luar biasa dalam mengadvokasi hak asasi manusia di seluruh dunia.

Meskipun demikian, alangkah mengerikannya bila mengkaji laporan terbaru Amnesty yang berjudul “New evindence reveals Rohingya armed group massacred scores in Rakhine State” yang dirilis pada 22 Mei 2018 sebagai laporan yang berisikan tuduhan kejahatan terhadap ARSA.

Kami dengan tegas menolak tuduhan atas kasus kejahatan yang tidak dapat dibenarkan dan tak bertanggung jawab seperti yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Kami ingin menarik perhatian khusus dari komunitas internasional pada fakta sebenarnya, bahwa tujuan utama dari gerakan kami adalah “Untuk membela, menyelamatkan dan melindungi komunitas Rohingya di Arakan dengan segala kemampuan kami karena kami memiliki hak yang sah di bawah hukum internasional untuk membela diri kami sendiri. Sesuai dengan prinsip pertahanan diri.”

Kami, dengan demikian, menyatakan dengan tegas dan lantang bahwa serangan defensif kami selalu ditujukan kepada Junta Militer Teroris Burma sesuai dengan norma dan prinsip internasional sampai tuntutan kami benar-benar terpenuhi.

Kami tidak melakukan segala bentuk serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah terlepas dari etnis maupun agama yang mereka anut.

Kami, sebagaimana telah terbukti, menjamin keamanan dan kesejahteraan semua komunitas etnis, tempat ibadah dan properti (agama lain) yang berdiri di Arakan.

Kami bahkan tidak menyerang kelompok ekstremis Buddha Rakhine yang terlibat dalam pembunuhan terhadap Rohingya, menjarah dan membakar rumah-rumah kami bersama Tentara Teroris Burma. Apalagi melukai atau bahkan membunuh anggota komunitas Hindu (yang bahasa dan budayanya sama dengan kami) dari Negeri Arakan.

Tidak masuk akal dan sangat tidak masuk akal bila Rohingya melakukan kejahatan terhadap seorang Hindu yang tidak melakukan pembunuhan atau kejahatan terhadap Rohingya.

Kami ingin menarik perhatian dari komunitas internasional bahwa Pemerintah Teroris Burma dan Tentara Teroris Burma telah mencoba untuk memanipulasi konflik yang terjadi di Arakan sebagai konflik komunal atau agama dengan maksud untuk menutupi kejahatan internasional mereka. (Yaitu, kejahatan perang, genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, pembersihan etnis, pembersihan agama, dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya) yang telah mereka lakukan terhadap komunitas Rohingya dan Hindu.

Contohnya dapat dilihat dalam kasus di mana Pemerintah Teroris Burma dan Tentara Teroris Burma memaksa beberapa orang Hindu berpura-pura sebagai Muslim dan membakar beberapa rumah untuk memanipulasi komunitas internasional bahwa Rohingya sengaja membakar rumah mereka sendiri.

Kami siap, setiap saat, untuk bekerja sama dengan misi atau badan investigasi internasional yang kredibel yang memiliki mandat penuh untuk menyelidik apakah kejahatan ini dilakukan oleh ARSA, Pemerintah Teroris Burma dan Tentara Teroris Burma atau Ekstremis Rakhine.

Amnesty Internasional juga harus diberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi, bukti dan temuan mereka kepada misi atau badan investigasi internasional yang disebutkan di atas untuk membuktikan bahwa tuduhan kriminal terhadap ARSA itu benar dan asli.

Jika terbukti sebaliknya, Amnesty Internasional harus bertanggung jawab karena ikut mengambil bagian dalam memanipulasi komunitas internasional dan tuduhan kriminal palsu terhadap ARSA.

Misi atau badan investigasi internasional yang disebutkan di atas harus memiliki mandat yang kuat dari komunitas internasional untuk menghukum para pelaku berdasarkan investigasi sesuai hukum internasional.

Pemerintah Teroris Burma harus mengizinkan investigasi internasional tanpa syarat akses ke semua daerah yang terkena dampak di Negara Arakan untuk melakukan penyelidikan yang terperinci dan sistematis. Jika yakin bahwa Tentara Terorisnya tidak melakukan salah-satu dari kejahatan terdakwa ini.

Tetapi, seperti biasanya, taktik Pemerintah Teroris Burma dan Tentara Teroris selalu merendahkan kapasitas intelektual komunitas internasional lagi dan lagi dengan mencoba memanipulasi insiden sebenarnya yang terjadi di Negara Bagian Arakan dengan kolaborasi dari beberapa rekannya di tingkat dunia. (RR)

 

Sumber : akun Twitter @ARSA_official.

 

Baca juga, BEREDAR VIDIO SERUAN MUJAHIDIN ARSA UNTUK MEMBANTU KAUM MUSLIMIN ROHINGYA