Duniaekspress.com. (27/5/2018). –  Washington – Senator Partai Republik, John McCain yang berasal dari Arizona pada hari Jumat (25/05/2018) mengakui bahwa Perang Iraq merupakan sebuah kesalahan. “Alasan paling mendasar untuk menginvasi Iraq bahwa Saddam memiliki senjata pemusnah massal (WMD) itu ternyata keliru,” tulis McCain dalam buku terbarunya.

Di bagian lain, McCain juga menulis, “Perang Iraq, dengan semua biayanya baik berupa nyawa, harta benda, dan keamanan, tidak bisa dilihat sebagai sesuatu apapun kecuali bahwa itu adalah sebuah kesalahan, sebuah kesalahan yang sangat serius, dan saya harus menerima diri saya untuk menyalahkan perang tersebut.”

Pengakuan McCain ini tentu tidak mengubah apapun dan sangat naif jika dilihat dari rekam jejak masa lalunya. McCain termasuk salah satu pendukung utama ketika awal Perang Iraq dikampanyekan oleh pemerintahan Bush pada tahun 2003. Dan memang, ia termasuk di antara tokoh-tokoh “hawkish” Partai Republik yang pertama kali mendukung invasi militer dengan dalih adanya senjata pemusnah massal.

Sebelumnya, senator asal Arizona itu pernah mengatakan bahwa dukungannya atas Perang Iraq dilatarbelakangi oleh pengalamannya selama Perang Vietnam. Saat bertempur melawan Viet Cong, McCain tertangkap dan menjadi tawanan pejuang komunis pro-Hanoi.

Image result for anak2 korban perang iraq

anak-anak iraq yang menjadi korban perang

“Saya akan membela keputusan tersebut dalam rangka menghancurkan rezim Saddam Hussein sebagaimana saya mengkritisi kegagalan taktik yang digunakan karena terlalu lama menciptakan kondisi yang memungkinkan kita keluar dari negara tersebut (Iraq) namun dengan tetap menjamin keamanan bagi kepentingan & kehormatan negara kita”, kata McCain dalam satu pernyataannya di tahun 2008. “(Saat ini) kita berada di Iraq, dan kepentingan keamanan kita yang paling vital jelas dipertaruhkan di sana”.

McCain masih memegang keyakinannya itu bahkan sampai beberapa tahun kemudian. “Saya berpengalaman di Perang Vietnam dan saya ingin meyakinkan bahwa sejujurnya kita akan menang, dan kita menang,” kata McCain di majalah Politico. “Saya yakin kita akan memenangkan konflik di Iraq setelah invasi militer dilakukan, dan untuk itu saya mengorbankan apa saja, termasuk mengorbankan ambisi saya untuk menjadi presiden, bahwa kita akan berhasil.”

Sumber: Daily Caller

 

Baca juga, BENARKAH AMERIKA SERIKAT NEGARA YANG CINTA DAMAI ?