Duniaekspress.com (29/5/2018)- Sebelas kelompok oposisi yang berperang melawan rezim Bashar al-Assad di Suriah pada hari senin (28/5) mengumumkan pembentukan sebuah aliansi baru kelompok perlawanan di barat laut provinsi Idlib.

Sumber dari kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka bergabung dengan nama “Front Nasional untuk Pembebasan.”

“Tujuan dari formasi baru adalah untuk menyatukan komponen Tentara Pembebasan Suriah di provinsi Idlib di bawah satu atap,” kata formasi baru di media sosial.

Pembentukan termasuk kelompok berikut: Sham Legion, Jaysh al-Nasr, Tentara Pembebasan Idlib, Divisi Costal ke-1, Divisi Costal ke-2, Divisi ke-1, Angkatan Darat ke-2, Tentara Elit, Shuhada al-Islam Darayya, Brigade Al-Hurriyat, dan Divisi ke-23 .

Baca Juga:

ISRAEL BANGUN BARIKADE DI LAUT UNTUK BLOKADE GAZA

RIBUAN WARGA GAZA IRINGI PEMAKAMAN SYUHADA JIHAD ISLAM

Semua kelompok telah beroperasi di Idlib dan bagian utara Hama di bawah Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Komandan Legion Sham Fadil Allah al-Hajji menjadi pemimpin front baru, sementara Suhaib Layyush dari Jaysh al-Nasr ditunjuk sebagai wakilnya.

Dengan formasi baru, kelompok oposisi menciptakan salah satu kelompok militer terbesar di Suriah yang memerangi rezim Bashar al Assad, dikabarkan jumlah personel dari aliansi baru ini sekitar 30 ribu orang yang bergabung didalamnya.

Suriah baru saja dilanda perang saudara yang menghancurkan yang dimulai pada awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak keras protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga. Para pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu. [Anadolu/fan]