Duniaekspress.com (28/5/2018)- Ribuan warga Palestina turun kejalan pada Ahad sore (27/5) untuk menghadiri pemakaman dua pejuang Jihad Islam yang tewas dalam serangan artileri Israel di timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Anggota Biro Politik Jihad Islam Nafez Azzam mengatakan bahwa kejahatan keji Israel terhadap rakyat Palestina mencerminkan kegagalannya untuk mematahkan kemauan mereka dan menghentikan aksi protes besar-besaran di Gaza.

Azzam menambahkan bahwa apa yang telah diraih aksi “Great Return March” menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah menyerah atau menyerahkan hak-hak mereka.

“Kejahatan ini tidak akan luput dari hukuman,” kata pemimpin Islam Jihad Ahmad al-Modallal dan meminta Israel bertanggung jawab atas dampak eskalasi terbaru di Gaza.

Dia menambahkan, “Perlawanan adalah hak yang sah. Fraksi Palestina memiliki hak untuk membela rakyat kami selama Israel menduduki tanah kami.”

Baca Juga:

PARANOID, POLISI ISRAEL TEMBAK WANITA CACAT MENTAL

GAZA SIAPKAN ARMADA BARU UNTUK PATAHKAN BLOKADE ISRAEL

AMERIKA “POLISI DUNIA” YANG KECANDUAN KEKERASAN

PRIA BERSENJATA SERANG PUSAT “WHITE HELMET” DI ALEPPO

Al-Modallal memuji dua martir karena mengorbankan hidup mereka dalam perjuangan Palestina melawan penjajahan.

Dua warga Palestina diidentifikasi sebagai Abdul-Halim al-Naqa, 28, dan Hussein al-Amour, 25, tewas Minggu pagi ketika tentara Israel melancarkan serangan artileri terhadap pos perlawanan timur Khan Younis. Seorang pemuda ketiga, Nasim al-Amour, 25, terluka parah dalam serangan itu dan kemudian menyerah pada luka-lukanya.

Sejak 30 Maret, warga Palestina telah menggelar pawai massal di sepanjang pagar keamanan untuk menuntut “hak kembali” ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah dari mana mereka didorong pada 1948 untuk membuat jalan bagi negara baru Israel.

Para pengunjuk rasa juga menuntut diakhirinya blokade Israel yang terus berlangsung di Gaza melalui udara, darat dan laut yang tetap berlaku sejak tahun 2007 dan yang telah membawa jalur itu ke ambang malapetaka kemanusiaan.

Sejak demonstrasi dimulai, setidaknya 116 demonstran Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. [fan]

Sumber: Palestinian Informatoin Center