Duniaeskpress.com. (31/5/2018). – Belgia – Seorang pria menembak mati tiga orang, termasuk dua polisi, Selasa (29/5/2018), di kota Liege, wilayah timur Belgia. Setelah menewaskan ketiga orang itu, si pelaku penembakan juga tewas ditembak polisi. Demikian kantor kejaksaan setempat. Penembakan terjadi pada sekitar pukul 10.30 waktu setempat di salah satu ruas jalan utama kota itu, tak jauh dari sebuah sekolah. “Kami belum mengetahui apapun sejauh ini,” kata Catherine Collignon, juru bicara kantor kejaksaan Liege, saat ditanya soal motif penembakan.

Sejumlah laporan menyebut, penembakan terjadi di sekat kafe Augustin. Pelaku kemungkinan merebut senjata milik seorang polisi yang sedang melakukan patroli rutin. Setelah menembak dua polisi dan seorang pejalan kaki, pelaku melarikan diri dan memasuki SMA Athenee de Waha. Di sana dia menyandera seorang perempuan petugas kebersihan sebelum ditembak polisi. Kepada media, kepolisian mengatakan, semua siswa sudah dievakuasi ke Taman Botani yang terletak di dekat sekolah itu dan dalam kondisi selamat. Meski belum mengetahui latar belakang pelaku, kepolisian Belgia tidak mengesampingkan kemungkinan serangan teror dalam insiden tersebut. Belgia beberapa kali menjadi target serangan para simpatisan ISIS dalam beberapa tahun belakangan. Kondisi ini membuat keamanan ditingkatkan di seluruh negeri. Situasi darurat diberlakukan sejak para simpatisan ISIS melakukan serangan di Brussels pada 2015 yang menewaskan 130 orang.

Serangan kembali terjadi di ibu kota Belgia itu pada 2016 yang mengakibatkan 32 orang meninggal dunia. Liege, sebuah kota industri yang dekat dengan perbatasan Jerman dan berbahasa Perancis, merupakan lokasi insiden penembakan pada 2011. Saat itu seorang pria menembak mati empat orang dan melukai 100 orang lainnya sebelum akhirnya bunuh diri.

ISIS Klaim Tanggung Jawab Serangan di Belgia

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan penusukan dan penembakan di Kota Liege, Belgia. Namun, organisasi tersebut tak menunjukkan bukti.

Dalam peristiwwa ini, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan penusukan dan penembakan di Kota Liege, Belgia. Namun, ISIS tak menunjukkan bukti atas klaimnya tersebut.

Dikutip dari Reuters, kelompok militan tersebut, dalam pernyataannya secara online menyebut ‘”tentara khalifah” telah melakukan apa yang disebut polisi Belgia sebagai serangan teroris.

Dalam teror penembakan tersebut, setidaknya dua polisi dan satu pedistrian tewas akibat aksi penembakan tersebut. Pelaku kemudian ditembak mati oleh polisi.

Pihak berwenang Belgia kini menghadapi pertanyaan tentang mengapa penyerang yang merupakan narapidana diduga terkait radikal Islam yang seharusnya berada di penjara, dibiarkan berada di luar penjara.

Menteri Dalam Negeri Jan Jambon mengatakan pihak berwenang tengah memeriksa motif Benjamin Herman, melakukan serangan tersebut. Herman, seorang pedagang narkoba Belgia berusia 31 tahun yang telah dipenjara selama bertahun-tahun, dibiarkan keluar selama dua hari pada Senin (28/5).

Herman disebut telah melakukan kontak dengan organisasi Islam radkal tersebut di penjara pada 2016 dan awal 2017. Jaksa menyebut Herman tampaknya telah mengikuti nasehat online dari ISIS untuk menikam petugas polisi dan menggunakan senjata layanan mereka untuk menembak orang lain. (CNN).

 

sumber : Reuters

 

Baca juga, ISIS ANCAM NYAWA RONALDO DITENGAH KIPRAHNYA MEMBELA UMAT ISLAM

AMAQ MEDIS ISIS YANG DIRAGUKAN