Duniaekspress.com (31/5/2018)— Forum Jurnalis Muslim (Forjim) mengecam peristiwa penggerudukan kantor redaksi Radar Bogor oleh ratusan massa PDIP, Rabu (30/5/2018). Massa PDIP dengan emosi mendatangi Radar Bogor memprotes pemberitaan berjudul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta’.

Jaka Setiawan, Ketua Bidang Advokasi Forjim menilai peristiwa ini mengancam iklim kebebasan pers di Tanah Air. Menurut Jaka, kalau pun ada pihak yang keberatan dengan pemberitaan media massa, maka sudah diatur mekanisme penyampaiannya.

“Kami mengecam peristiwa itu. keberatan bukan begitu caranya. Ini tak jauh beda dengan aksi persekusi. Ya persekusi kebebasan pers. Pers tidak boleh diintimidasi. Dalam UU Pers kan sudah jelas mekanisme penyampaian keberatan atas suatu pemberitaan,” ujar Jaka dalam siaran persnya, Kamis (31/5/2018).

Baca Juga:

AJI KECAM AKSI ANARKIS MASSA PDIP

Jaka mengingatkan, agar pihak mana pun yang keberatan dengan pemberitaan media massa, maka tempuhlah jalur formal. “Kalau ada yang keberatan dengan pemberitaan media, maka tempuhlah jalur formal, dialog, dan kirim hak jawab. Kewajiban dari media massa untuk memuat hak jawab dari pihak yang keberatan,” lanjut Jaka.

Jaka juga meminta kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku penaniayaan serta pengrusakan kantor Radar Bogor. “Tegakkan hukum, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Indonesia,” tegas Jaka.

Sebelumnya, massa PDIP yang terdiri dari ratusan orang menggeruduk kantor Radar Bogor, karena pemberitaan utama pada Rabu 30 Mei 2018, dengan judul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta’. Dalam pemberitaan tersebut, foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dimuat dalam berita tersebut.

Pemberitaan gaji Megawati yang dapat Rp112 juta sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) beberapa hari terakhir ini menjadi isu pemberitaan media massa. [fan]