DIDUKUNG SAUDI,  PEMERINTAH YAMAN REBUT HUDAYDAH DARI MILISI PEMBERONTAK HOUTHI

Duniaekspress.com (31/5/2018)- Perdana Menteri Yaman Ahmed bin Daghr mengatakan, saat ini pasukan Angkatan Darat berada di puncak kemenangan melawan pemberontak Houthi di provinsi barat Yaman Al-Hudaydah.

“Pertempuran masih berlangsung di provinsi itu, di mana koalisi yang dipimpin Saudi mendukung pasukan pro-pemerintah,” katanya seperti yang dikutipa Anadolu Agency, Rabu (30/5/2018).

“Kemenangan kami di Al-Hudaydah akan diikuti oleh pembebasan provinsi-provinsi Taiz, Ibb, Al-Mahwit dan Saada,” lanjutnya.

“Pembebasan pelabuhan strategis Al-Hudaydah akan memungkinkan kita untuk mengamankan navigasi dan menjaga keamanan di perairan internasional,” tambahnya.

Bin Daghr menegaskan bahwa tentara Yaman, dengan bantuan pasukan “perlawanan rakyat” dan koalisi pimpinan Saudi, sejauh ini berhasil merebut kembali 85 persen dari wilayah yang direbut sebelumnya oleh milisi Syiah Houthi.

Baca Juga:

ISIS KLAIM BERTANGGUNG JAWAB ATAS SERANGAN DI BELGIA

KELOMPOK BERSENJATA SERANG GEDUNG KEMENTERIAN DI KABUL

Yaman masih terkoyak oleh kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sanaa.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab yang menuduh Houthi melayani sebagai kekuatan proxy Iran meluncurkan serangan udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan Houthi.

Kekerasan yang sedang berlangsung telah menghancurkan infrastruktur negara, termasuk sistem air dan sanitasi yang mendorong PBB untuk menggambarkan situasi sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern”. [fan]