Duniaekspress.com (1/6/2018)- Dengan meneriyakan yel-yel “Yerusalem adalah Ibukota Umat Islam”, puluhan orang turun kejalan di Ibukota Turki pada hari Kamis (31/5). Aksi yang dilakukan aktivis kemanusiaan ini dalam rangka menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Lembaga Bantuan Kemanusiaan yang berbasis di Istanbul (IHH) menyelenggarakan pawai pada peringatan ke delapan insiden Mavi Marmara yang terkenal.

Pada tanggal 31 Mei 2010, pasukan komando Israel menewaskan 10 aktivis Turki di konvoi kapal Mavi Marmara, yang menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.

“Damn Israel”, “Israel Pembunuh, “Keluar dari Palestina”, “Mavi Marmara adalah kehormatan kami”, dan “Al-Aqsa masjid tidak sendirian” slogan-slogan yang terus diteriakan juga dalam aksi tersebut.

Para peserta juga membawa bendera Palestina yang sangat besar ketika berbaris menuju Galatasaray High School yang terkenal di Istiklal Street di distrik Taksim.

Berbicara didepan peserta aksi, Presiden IHH Bulent Yildirim mengatakan, “Gaza adalah pembela Masjid Al Aqsa, Gaza adalah penjaga Yerusalem. Perjuangan ini akan berlanjut sampai Yerusalem dibebaskan. ”

Bulent menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan tentara Israel sebagai “pembunuh”, dan dia mendesak tentara Turki untuk membalas semua kekejian Israel.

Ketegangan telah meningkat di wilayah Palestina sejak Desember lalu ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca Juga:

MUFTI LIBIYA SERUKAN BANTU MUSLIM DERNA

DEWAN SYAR’I HTS BICARA SOAL POS PENGAMATAN TURKI

Pada tanggal 14 Mei, AS memindahkan kedutaan Israelnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menarik kecaman dari seluruh dunia Arab dan Muslim dan semakin mengobarkan gairah di wilayah Palestina.

Sejak 30 Maret, setidaknya 118 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan tentara Israel di Jalur Gaza timur. [fan]