Duniaekspress.com (1/6/2018)- Militer Yaman mengatakan, setidaknya 30 pemberontak Syiah Houthi tewas dalam pertempuran sengit di provinsi Saada utara Yaman, yang merupakan salah satu basis pemberontak Houthi.

Obaid al-Athla yang memimpin pasukan Saada di garis depan mengatakan bahwa pasukan militer telah “merebut kembali wilayah Al-Atfain dan daerah lain di dekat Bukit Saada”.

“Setidaknya 30 militan Houthi tewas dalam pertempuran, sementara sejumlah senjata berat berhasil dikuasai,” katanya, seperti yang dikutip Anadolu Agency, Jum’at (1/6/2018).

Lebih lanjut Al-Athla mengatakan bahwa banyak kendaraan pemberontak telah dihancurkan oleh pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi.

Sumber militer Yaman lainnya mengatakan bahwa tiga personel militer, termasuk seorang kolonel, telah tewas dalam pertempuran di Saada.

Juru bicara Houthi, belum mengomentari pernyataan yang dikeluarkan militer Yaman.

Berita Terkait:

YAMAN REBUT HUDAYDAH DARI MILISI SYIAH HOUTHI

TERUS TERDESAK MILISI SYI’AH HOUTHI TINGGALKAN DISTRIK DURAYHIMI

Dalam perkembangan terkait, Perdana Menteri Yaman Ahmed bin Daghr mengatakan pada hari Rabu bahwa tentara berada “di puncak kemenangan” di provinsi barat Yaman Al-Hudaydah, yang merupakan pelabuhan yang sangat strategis.

Yaman yang miskin telah didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sanaa.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arabnya yang menuduh Houthi melayani sebagai proxy Iran meluncurkan kampanye besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan Houthi.

Kekerasan telah menghancurkan infrastruktur dasar Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, yang mendorong PBB untuk menggambarkan situasi sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern”. [fan]