Duniaekspress.com. (1/6/2018). – Tripoli – Mufti Tinggi Libya, Shadiq Ghiryani, Kamis (31/05), menyeru warga Libya untuk menggelar aksi protes kampanye militer di Kota Derna, Libya Timur. Milisi pimpinana mantan panglima Libya, Halifah Haftar, beberapa hari terakhir menggempur kota yang dikuasai faksi-faksi Islamis Libya itu.

Dalam program ceramah pekanan yang disiarkan di saluran TV Darul Ifta Libya, Al-Tanasuh TV, Syaikh Ghiyani menyeru seluruh warga Libya melakukan aksi penolakan sipil dan demonstrasi dengan ribuan massa di pusat-pusat kota untuk memprotes perang dan blokade yang digulirkan milisi Haftar terhadap Derna.

Ghiryani menjelaskan bahwa warga derna mencari perlindungan dari perang dilancarkan pada mereka dan mereka bersedia rekonsiliasi. Menolong mereka menghadapi permainan internasional yang ingin menghancurkanya Libya hukumnya wajib baik menurut undang-undang terlebih menurut dalil.

“Kalian tidak boleh pulang ke rumah sebelum gempuran terhadap Derna berhenti dan blokade dibuka,” serunya.

Sementara itu, Kantor Koordinasi PBB Urusan Kemanusiaan mengatakan pada hari Kamis bahwa pertempuran di Derna telah mencapai “belum pernah terjadi sebelumnya”. Badan tersebut menunjukkan bahwa terjadi kekurangan makanan dan obat-obatan. Listrik dan air telah terputus sepenuhnya. Padahal masih terdapat 125 ribu orang tinggal di kota itu.

Badan PBB itu mengatakan dalam sebuah laporan, “Tentara Nasional Libya (pasukan Haftar) sekarang mengontrol pintu masuk timur dan barat ke kota … dan daerah sekitarnya di mana bentrokan”. Sementara para pejuang berada di pusat kota untuk bersiap meluncurkan perang gerilya.

Beberapa pekan terakhir, milisi Haftar menggempur Derna dengan dalih memerangi “teroris”. Serangan itu sendiri didukung oleh kekuatan-kekuatan asing. Derna sendiri merupakan satu-satunya kota di Libya timur yang masih dikontrol para pejuang Islami. (RR).

Sumber: Al-Jazeera

 

Baca juga, BOM MOBIL MELEDAK DI PUSAT KOTA LIBIYA