Duniaekspress.com (4/6/2018)- Beberapa orang dikabarkan tewas dalam serangan bunuh diri pada hari Senin (4/5) yang menargetkan para cendekiawan Muslim yang berkumpul di sebuah tenda dekat Universitas Politeknik di Kabul.

“Bahwa setidaknya 12 orang telah tewas dan belasan orang lainnya terluka dalam serangan tersebut,” kata Juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan Najib Danish seperti yang dilansir Aljaeera, Senin (4/6/2018).

“Bahwa jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat,” tambahnya.

Waheed Majrooh, juru bicara Departemen Kesehatan Afghanistan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya 12 orang terluka dipindahkan ke unit darurat.

Jennifer Glasse koresponden Al Jazeera, melaporkan dari Kabul, mengatakan para ulama di seluruh negeri telah berkumpul di tenda untuk mengeluarkan fatwa terkait pemboman bunuh diri dan perang yang sedang berlangsung di negara itu.

“Pertemuan itu baru saja selesai dan para ulama keluar dari tenda seketika pembom berhasil meledak dirinya,” katanya.

“Mereka baru saja mencapai kesepakatan yang mengatakan bahwa pemboman bunuh diri itu bukan ajaran Islam.” tambahnya Glasse

Tidak ada kelompok yang segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Kejadian tersebut menggarisbawahi keamanan yang memburuk menjelang pemilihan dewan parlemen dan distrik yang akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang.

Baca Juga:

IMARAH ISLAM AFGHANISTAN FOKUSKAN SERANGAN KE TENTARA AMERIKA

THALIBAN BERI AMNESTI UMUM

Pada awal bulan lalu Taliban mengatakan pihaknya tidak akan menargetkan polisi dan militer Afghanistan (lokal,red) karena tingginya jumlah korban yang diderita oleh pasukan keamanan dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Ampunan untuk semua formasi militer, tentara nasional, polisi nasional, Arbakis (polisi lokal) dan semua karyawan rezim untuk melindungi kehidupan dan harta mereka,” Bunyi pernyataan tersebut yang dirilis Jum’at (18/5/2018).

Sementara itu dalam menyatakan bahwa target utama dari serangan musim semi yang baru-baru ini diluncurkan di negara itu (Afghanistan, red) adalah Amerika dan sekutu mereka,

“Pasukan keamanan ini, bagaimanapun, adalah warga negara kami sendiri yang telah bergabung dengan barisan Amerika karena kesesatan atau alasan lain,” kata pernyataan itu.

“Jika Anda meninggalkan barisan musuh, mujahidin Imarah Islam akan menggunakan segala cara yang mereka miliki untuk mencoba dan meringankan hidup Anda,” [fan]