DIDEMO TERUS MENERUS AKHIRNYA PERDANA MENTERI YORDANIA MENGUNDURKAN DIRI

Duniaekspress.com. (5/6/2018). – Amman, Yordania – Perdana Menteri Yordania, Hani al-Mulqi, akhirnya mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Abdullah II setelah aksi protes berhari-hari terhadap rancangan undang-undang pajak penghasilan. Warga memprotes rencana kenaikan pajak penghasilan yang disebutkan dalam teks RUU tersebut.

Sumber pemerintah mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa “Perdana Menteri Hani al-Mulqi mengajukan pengunduran dirinya pada Senin sore (04/06) kepada Raja Abdullah di Istana Husseiniya di Amman.”

Menurut beberapa laporan media, menteri pendidikan Yordania saat ini Omar al-Razzaz ditunjuk untuk membentuk pemerintahan baru di Yordania setelah al-Mulqi mengundurkan diri.

Sebelumnya, kepala keamanan publik Yordania mengatakan pasukan keamanan telah menangkap sedikitnya 60 orang karena melanggar hukum selama protes meluas atas kenaikan pajak dalam beberapa hari terakhir.

Mayor Jenderal Fadel Al-Hamoud mengatakan pada konferensi pers bahwa 42 anggota pasukan keamanan terluka, beberapa di antara mereka terluka oleh kembang api, tetapi protes-protes itu terkendali.

Parlemen Jordan akan meminta Raja Abdullah menggelar pertemuan khusus sesegera mungkin untuk membahas kenaikan pajak yang direncanakan. Sebagian besar anggota parlemen sendiri ingin pemerintah mundur.

“Dewan Perwakilan sedang bergerak hari ini untuk memberi wewenang kepada raja agar mengadakan sidang luar biasa sesegera mungkin,” kata pernyataan parlemen Yordania.

Aksi protes di Yordania meletus setelah pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, listrik dan pajak penghasilan. Demonstrasi terjadi kota-kota besar dan berkelanjutan. Meski pemerintah membatalkan kenaikan BBM dan listrik, hal itu tidak menghentikan massa turun ke jalan. Mereka keukeuh kenaikan pajak juga dibatalkan. (RR).

 

Sumber: aawsat.com

 

Baca juga, TURKI DAN AMERIKA SEPAKAT YPG KELUAR DARI MANBIJ