Duniaekspress.com. (6/6/2018) – Jakarta – UU Antiterorisme hasil revisi telah disahkan. Pihak DPR yang mendapat mandat pengawasan terhadap UU tersebut rencananya akan membuat Tim Pengawas untuk memastikan UU berjalan dengan semestinya.

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi’i mengungkapkan bahwa sebelumnya ada beberapa pihak yang menolak adanya Tim Pengawas.

Foto: Anggota Komisi III DPR, Muhammad Syafi’i

“Mereka menolak Tim Pengawas, padahal mereka sebagai badan yang bekerja mengurusi urusan kenegaraan. Tidak ada alasan untuk menolak pengawasan,” kata Romo tanpa menjelaskan spesifik pihak yang menolak.

Dalam sela-sela kunjungannya ke MUI pada hari ini, Selasa (05/06/2018) pria yang akrab disapa Romo tersebut menekankan pentingnya Tim Pengawas.

“Dalam penanggulangan terorisme pengawasan akan sangat dibutuhkan. Meski terdiri dari anggota DPR, nantinya Tim khusus tersebut akan bekerja sama dengan pihak ketiga,” kata Romo.

“Nanti itu bisa bekerja sama dengan pihak ketiga, dalam hal ini pihak swasta yang mempunyai kompetensi dan memang intens dalam menangani persoalan terorisme yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kaitan dengan MUI, Romo berharap agar MUI menguatkan dakwah untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa apa yang selama ini dilakukan oleh teroris adalah sesuatu yang salah.

“Dilihat dari sisi apa saja, dari sisi perjuangan untuk menegakkan sebuah keinginan tidak perlu dengan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah apalagi dengan mengorbankan diri sendiri,” ucap Romo.

“Mana ada orang mati bunuh diri bisa masuk surga? Ini kan perlu ada dakwah yang kuat dari MUI sehingga mereka tidak mudah terhasut dan terprovokasi. Dan apabila sudah terprovokasi maka bisa dikembalikan ke jalan yang benar. Saya kira MUI harus memainkan peran yang lebih,” pungkasnya. (RR).

 

Baca juga, PASCA LEDAKAN BOM AKHIRNYA UU TERORISME DI SAHKAN