FARID OKBAH : JANGAN MAU DIPECAH BELAH MENJADI BERBAGAI JENIS ISLAM

Duniaeskpress.com. (6/6/2018).  Inisiator Majelis Ulama Muslim Indonesia (MIUMI), Farid Ahmad Okbah mengatakan semua aliran sesat itu adalah ajaran yang mengada-ngada. Untuk itu, ia mengimbau agar Islam tidak dicampuradukkan dengan pemahaman tersebut.

Ia juga menegaskan kepada umat agar tidak terpengaruh dengan upaya memecah-belah pemahaman Islam. Dalam penjelasannya, ada dua sifat yang merusak umat ini yakni kezaliman dan kebodohan.

“Jangan mau kita dipecah belah, dengan embel-embel Islam ala Arab, Islam ala Indonesia dan Islam ala Barat. Islam adalah agama universal, seutuhnya agama yang datang dari Allah Taala,” katanya.

Foto: Ustadz Farid Ahmad Okbah.

Dia menjelaskan upaya merusak tatanan Islam terus digencarkan oleh musuh-musuh Islam. Sehingga umat harus menghindari dua sifat buruk tersebut.

Ia melanjutkan ada dua kelompok yang paling mempengaruhi tidak patuhnya umat Islam, yakni Yahudi dan Nasrani. Sebab kaum Yahudi disebutkan didalam Al Quran sebagai kaum yang zalim dan Nasrani sebagai kaum yang bodoh.

“Jangan jadi zalim, tahu yang benar tapi tidak dipraktekkan. Kezaliman bukan sebatas kekuasaan pemerintahan tetapi secara global. Sehingga setiap hamba memiliki kewajiban mentaati perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya,” ujarnya.

Adapun jahil, bodoh tidak tahu yang benar tapi mengerjakannya. “Orang bodoh itu mudah untuk dikendalikan, dibodohi atau disesatkan, karena kebodohan melahirkan pembodohan. Ini sistemik, contohnya umat yang begitu besar mau dibodohi dengan pil KB, tetapi umat agama lain tidak diperintahkan untuk KB. Pertumbuhan umat Islam dibendung dengan KB ini sedangkan umat lain terus berkembang,” tuturnya.

Direktur Islamic Center Al Islam itu juga menegaskan bodoh dalam hal umum saja buruk, apalagi bodoh agama.

“Solusinya, ilmu dan keadilan (amal), itulah yang selalu kita ucapkan dalam surah Al-Fatihah; Ihdinas Siraatthal Mustaqim. Kita harus muliakan syariat Islam ini, jangan kita zalim dan bodoh,” pungkasnya. (RR).

 

Sumber : Kiblat.net.

 

Baca juga, PANDANGAN BOLEH ATAU TIDAKNYA AKTIFIS MUSLIM MASUK PARLEMEN