Duniaekspress.com (5/6/2018)- Anggota parlemen Palestina, Fathi Qarawi menegaskan, penangkapan terhadap para pemuda dan pemudi Palestina di perlintasan saat mereka kembali dari sholat di Masjid Al-Aqsha adalah sebuah upaya Zionis untuk menakut-nakuti warga Palestina yang akan memasuki ke Al-Aqsha.

“pemerintah Zionis berupaya dengan berbagai cara untuk menjauhkan para pemuda Palestina dari Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds, ditengah kondisi yang sedang dilalui Palestina terkait pemindahan kedubes Amerika ke Yerusalem,” kata Qarawi dalam siaran persnya yang dilansir Pusat informasi Palestina, Selas (5/6/2018).

“Warga Palestina yang dapat sampai ke Al-Aqsha dengan jalan yang sangat sulit terjal ditengah larangan dan penjagaan ketat Israel menunjukan sejauh mana keimanan dan aqidah mereka terhadap Al-Aqsha, tambahnya.

Berita Terkait:

TANPA ALASAN JELAS, ISRAEL TANGKAP 12 ORANG DI AL-AQSHA

Sampainya mereka ke Al-Aqsha dengan berbagai cara merupakan tantangan tersendiri dari mereka untuk menegaskan, bahwa Al-Aqsha adalah hak kita. Siapapun tidak ada yang dapat menghalangi. Kami akan tetap ke sana walau apapun resikonya.

Anggota parlemen Palestina ini menegaskan, bagi setiap warga Palestina mempunyai hak untuk dapat masuk ke Al-Aqsha tanpa harus izin dahulu dari pihak Israel, apapun kondisinya. Ia menyerukan para pemuda Palestina untuk terus memanjat hingga melompat untuk dapat menjangkau Al-Aqsha, terutama di 10 hari terakhir bulan Ramadhan yang mulia ini.