Duniaekspress.com (6/6/2018)- Pejabat PBB mengatakan, rezim berkuasa Suriah Bashar al-Assad masih belum memberikan akses kemanusiaan ke sekitar 200 ribu penduduk Ghouta Timur.

PBB dan lembaga bantuan lainnya menunggu selama berbulan-bulan untuk mendapatkan izin rezim untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Ghouta Timur saat daerah itu masih dalam blokade.

Namun keadaan masih tidak berubah meski 150 ribu warga sipil dan anggota oposisi telah terevakuasi, rezim telah merebut kendali dan blokade telah dicabut pada 12 April lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Kemanusiaan Mark Lowcock mengatakan, sekitar 200 ribu penduduk di daerah yang direbut rezim dengan serangan intensif dan pengepungan ketat itu masih belum dapat diakses.

Lowcock mengungkapkan, bantuan berjumlah kecil ke distrik Douma tempat terjadinya serangan kimia terakhir dikirimkan pada 12 Mei.

“Kami telah berupaya untuk mengirimkan lebih banyak konvoi bantuan kemanusiaan ke Ghouta Timur selama lebih dari 6 bulan terakhir,” kata Lowcock seperti yang dilansir Anadolu Agency, Selasa (5/6/2018).

Dia mengungkapkan rezim tidak menanggapi permintaan PBB untuk mendapatkan akses ke daerah-daerah yang membutuhkan selain Ghouta Timur.

“Kita semua akan terus mengajukan permintaan yang sama jika tidak juga mendapatkan persetujuan ini,” kata Lowcock.

Ia menambahkan pihaknya juga sedang berkomunikasi dengan beberapa negara terkait yang dapat menekan Suriah untuk penyaluran bantuan kemanusiaan di daerah tersebut.

Baca Juga

WTC ATTACK 11 SEPTEMBER 2001, OPERASI “KAMIS PUTIH”

PENANGKAPAN DI AL-AQSHA ADALAH UPAYA MENJAUHKAN PEMUDA DARI AL-QUDS

PBB telah mengeluarkan dana sebesar USD 16 juta dari dana bantuan kemanusiaan Suriah untuk membantu warga sipil di Ghouta Timur, tambah Lowcock.

Mengenai Idlib, Lowcock mengatakan bahwa situasi di daerah tersebut sangat buruk.

“Situasi di Idlib sangat butuk. Kami memberikan bantuan darurat kepada banyak warga di Idlib melalui konvoi lintas batas dari Turki,” kata dia.

Lowcock mencatat PBB telah mengirim bantuan kemanusiaan kepada hampir 50.000 orang April lalu, dan dapat memberikan layanan kesehatan dan pendidikan meski masih sedikit.

Lowcock menambahkan, PBB hanya dapat mengakses Idlib melalui Turki.[fan]