Ambruknya Amerika Serikat sudah tidak bisa dihindarkan.

Duniaekspress.com. (8/6/2018). Selama hampir satu dekade hingga sekarang, Amerika yang memimpin NATO telah mengobarkan perang terhadap kelompok-kelompok Mujahidin di berbagai belahan dunia, kedatangan Amerika adalah untuk mengubah agama Allah dan mencabutnya dari fondasinya. Mereka menggunakan teknologi tinggi, senjata super modern dan canggih dengan pasukan yang terlatih sangat baik. Akan tetapi mereka memiliki hasil yang sama seperti Tentara Salib pada Abad Pertengahan. Mereka yang pada waktu itu hanya datang dan dikalahkan di tanah Muslim dan kembali ke Eropa dengan kehancuran.
Dan ini adalah hukum Pencipta Yang Maha Tinggi, yang Dia katakan dalam Al-Qur’an yang turun 1400 tahun lalu,

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan”
(QS. 8:36)

Selama dekade pertama milenium, pertempuran pasukan Salib Amerika melawan Islam pada perang di Afghanistan dan Irak, Amerika Serikat telah menghabiskan 1,1 triliun dolar untuk invasi mereka. Ini adalah pengeluaran militer AS terbesar sejak Perang Dunia Kedua, ketika AS menghabiskan uang saat ini sebesar
4,2 triliun dolar. Tapi ini tidak cukup di perjalanan, dan negeri Paman Sam diminta untuk menambah jumlah ini hingga
2,7 triliun dolar hingga 2017. Hal-hal menarik ditulis oleh pers, dan setiap kali ratapan Barat meningkat.

Foto Adam Muhammad.

Ricky Ferguson salah satu pasukan khusus Amerika yang baru saja pulang dari medan perang Afghanistan.

Dalam buku The Frugal Superpower: Kepemimpinan Global Amerika dalam Era yang Kesulitan Uang,
Profesor Mandelbaum ditanya apakah Amerika akan mampu mempertahankan posisi terdepan di dunia dengan terbatasnya dana. Utang luar akan memaksa Amerika Serikat untuk mereorientasi prioritas untuk kebijakan domestik. “Pada 2030, hanya biaya untuk membayar utang federal akan melebihi belanja pertahanan,” kata Mandelbaum.
Selain itu, generasi besar
“baby boomers” (Veteran perang AS yang tak terhitung jumlahnya yang menginvasi Irak dan Afghanistan) mencapai usia pensiun, menerima hak untuk menerima pembayaran di bawah program bantuan medis dan sosial, biaya yang terkait dengan pembayaran ini akan melebihi 40% dari pengeluaran anggaran.
Akibatnya, Mandelbaum percaya, bahwa Washington akan mengalokasikan lebih sedikit uang untuk kebijakan luar negeri,
“Amerika tidak akan lagi campur begitu aktif dalam politik dunia.” Ini selesai dengan administrasi dunia yang benar-benar dilakukan”

Puncak dari dominasi Amerika sebetulnya berakhirnya Perang Dingin, saat itulah para ahli mulai berbicara tentang “hyperpower”, yang niscaya mendominasi di semua bidang. Arogansi mendorong Amerika untuk melakukan kesalahan, kata Mandelbaum.
Yang pertama, menurutnya, adalah perluasan perbatasan NATO di luar kebutuhan, yang kedua adalah invasi Irak dan Afghanistan.

Foto Adam Muhammad.

tentara amerika yang sedang berduka

Di masa beberapa tahun kedepan, Amerika akan kurang terwakili dan mundur di Eropa, Asia, Timur Tengah maupun Afrika, bahkan dekat dari luar negeri Federasi Rusia.
(Prediksi Mandelbaum

Pada hari berikutnya, Amerika Serikat tidak akan lagi memiliki pengaruh yang sama seperti hari ini, kebijakan luar negeri Amerika tidak akan lagi memainkan peran yang menentukan.
Tetapi ini bukan alasan utama bagi proyeksi melemahnya pengaruh Amerika terhadap isu-isu dunia. Alasan utamanya adalah uang. Amerika Serikat tidak lagi memiliki sarana untuk kebijakan luar negeri yang hiperaktif yang mereka kejar pada paruh kedua abad ke-20. Mereka akan kurang ikut campur dalam masalah internasional, karena mereka “sudah hancur dalam Uang.” itulah yang
Michael Mandelbaum katakan, dia salah satu ahli terkemuka dalam kebijakan luar negeri AS, dari Universitas Johns Hopkins.

Amir mujahidin Al Qaidah yakni Syeikh Ayman al-Zawahiri (semoga Allah menjaganya) pernah mengatakan beberapa tahun yang lalu: “Amerika tidak punya pilihan lagi. Jika dia menarik pasukan dari Afghanistan dan Irak, dia harus menjilati luka-lukanya dengan penghinaan total dari seluruh umat manusia. Jika mereka tetap di sini, maka ekonomi mereka akan terus-menerus berdarah di bawah pukulan kita.” (AB).

 

Baca juga, PINDAHKAN KEDUBES KE YERUSALEM, AL-QAEDA SERUKAN JIHAD LAWAN AS