Strategi yang kami maksud adalah strategi yang diusulkan Hakimuul Ummah

Duniaekspress.com. (8/6/2018). Syaikh Aiman Adz-Dzhawahiri hafidzahullah, beliau mengusulkan beberapa langkah strategis membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel, berikut ulasan dan ringkasan langkah strategis tersebut:

1.Menyadarkan kaum muslimin kewajiban membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel, yaitu dengan memahamkan bahwa Allah sajalah yang menciptakan, menghidupkan, memberi rezeki dan mengatur alam semesta, maka Dia pula-lah yang sanggup menolong dan memenangkan kita, tidak ada satu kekuatan pun yang dapat membantu kita melawan kedzoliman musuh-musuh Allah kecuali Dia yang menciptakan kita semua.

Adapun pemerintahan-pemerintahan yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin hari ini mereka tidak akan sanggup membantu pembebasan Palestina karena mereka terbelenggu dengan aturan PBB yang tidak akan pernah berpihak bagi pembebasan Palestina, justru sebaliknya mereka akan menguatkan keputusan PBB berdirinya negara teroris Israel.

Karenanya kita tidak bisa berpangku tangan kepada pemerintahan-pemerintahan yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin hari ini, maka tidak ada kata lain bagi kita kecuali harus merebutnya dari tangan Yahudi Israel dengan jalan jihad fie sabilillah, oleh kerenanya-lah mempersiapkan kekuatan apa saja dalam rangka membebaskan tanah suci Palestina menjadi fardhu a’in hari ini bagi setiap kaum muslimin dimana pun mereka berada, karena Palestina adalah tanah suci mereka, dan mereka terikat kewajiban untuk membebaskannya dari tangan najis Yahudi Israel.

Foto Adam Muhammad.

Syaikh Aiman az-Zhawahiri

Maka dari sekarang kita mesti menolak langkah normalisasi Israel-Palestina dalam bentuk dan skala apapun, karena yang demikian itu hanya akan menutup jalan jihad kita membebaskan Palestina. Tidak ada kata damai dengan Yahudi Israel jihad-lah solusi bagi Palestina.

2.Menegakkan Imaroh-Imaroh Islamiyah yang tegak berdiri di atas Asas Ubudiyatullah, Imaroh yang berdiri untuk kepentingan kaum muslimin sejagat raya, Imaroh yang berjihad dalam rangka membebaskan setiap jengkal negeri kaum muslimin dari batas-batas nasionalisme yang diwariskan para penjajah barat kristen dan menjadi malapetaka bagi kaum muslimin secara luas pada hari ini.

Imarah-Imarah tersebut mesti dibangun di atas prinsip Ubudiyatullah, diterapkan padanya syariat Islamiyah sehingga syariat Islamiyah di atas segalanya dan kaum muslimin dipaksakan sesuai dengan kehendak Allah, berbeda dengan negera-negara yang tidak berlaku padanya syariat sekalipun masyarakatnya mayoritas muslim akan tetapi mereka ibarat budak yang dipaksakan kepada mereka kebatilan, kaum muslimin dihasung untuk berekonomikan dengan ekonomi ribawi. Hasilnya sudah dapat ditebak kaum muslimin dikuasai orang kafir dengan cara dipaksakan kepada mereka sistem kehidupan syaithoniyah. Mereka takluk dan terbelenggu dengan sistem-sistem tersebut, mereka lupa akan kewajiban mereka untuk membebaskan Palestina.

Imarah-Imarah inilah yang kemudian menjadi kekuatan garda terdepan mengamalkan sabda Rasulullah “Al-Muslim Lil-Muslim Kal-Bunyani Yasuddu Ba’dhuha Ba’dhon- orang muslim yang satu dengan muslim yang lain seperti satu bangunan yang saling menguatkan. Dalam riwayat yang lain “Kal-Jasadil Wahid, Idzasy Taka Ba’dhuhu Isytaka Al-Jasadu Kulluhu Bisy-Syahari Wal-Humma- seperti jasad yang satu apabila sebagian anggota tubuh merasakan kesakitan maka jasad secara keseluruhan juga akan merasakan demam dan panas.

3.Membantu jihad dan mujahidin dan kalau sanggup bergabung dengan kafilah jihad dan mujahidin khususnya kafilah jihad dan mujahidin yang ada di Syam hari ini.

Perhatikan kaum muslimin, kenapa AS dan negara-negara NATO membiarkan dan bahkan ridho dengan pembantaian yang dilakukan rezim Bashar Assad An-Nusairiy, karena mereka tidak ingin umat ini menyadari dan mempelajari jihad fie sabilillah, mereka tidak ingin tegaknya Imaroh yang menyerukan jihad global membebaskan tanah kaum muslimin, oleh karenanya wajib bagi kita hari ini untuk membantu Jihad Syam, agar nantinya Jihad Syam menjadi titik tolak strategis pembebasan negeri-negeri yang lain, khususnya pembebasan negeri haramaian dari rezim keluarga salul.

Membantu jihad dan mujahidin hari ini sangat variatif sekali, bisa dengan menyebarkan informasi kemenangan-kemenangan mereka, menyebarkan konsep-konsep perlawanan mereka, menyebarkan akar pemahaman keagamaan mereka sampai membantu keluarga mereka yang ditinggalkan dan sampai memasok dana buat perlawanan mereka melawan rezim-rezim diktator yang memerangi mereka di tanah mereka.

4.Menyatukan seluruh potensi kaum muslimin dalam membebaskan Palestina, dengan berkumpulnya para pegiat kemerdekaan Palestina ini yang kemudian didekatkan dengan para pemimpin jihad yang berpengalaman dan sudah teruji maka diharapkan usaha pembebasan Palestina adalah usaha yang serius dan pantang surut apalagi mundur, kemudian potensi yang ada ini diikat dengan mitsaq (ikatan perjanjian) yang menyatukan, diantaranya:

– Hanya tunduk kepada undang-undang syariat tidak kepada keputusan suara mayoritas apalagi kepada keputusan PBB yang dipimpin negara-negara agresor Islam seperti Amerika, Inggris, Prancis, Rusia dan China.

– Bekerja sama membebaskan Palestina dan menolak semua ketetapan PBB yang berkaitan dengan Palestina, seluruh ketetapan, normalisasi hubungan dan perjanjian perdamaian yang diusulkan PBB mesti ditolak. Bagaimana PBB dapat berpihak kepada kepentingan Islam dan kaum muslimin sementara dialah yang telah mengukuh dan membenarkan penjajahan Rusia atas Checnya, China atas Turkistan Timur (Uighur), India atas Kashmir dan dia jugalah yang telah memberkati penjajahan Israel atas tanah suci Palestina.

-Menghentikan perampokan kekayaan alam secara sistemik yang dilakukan negara-negara barat terhadap kekayaan alam kaum muslimin, khususnya perampokan kekayaan minyak. Dalam hal ini perusahan-perusahan keluarga-keluarga yahudi telah menjelma sebagai lintah yang menghisap dengan rakus seluruh potensi dan kekayaan alam negeri-negeri kaum muslimin, dan negara yang mensponsori kegiatan perampokan ini adalah Amerika dan negara-negara dibelakang perserikatan NATO.

-Mendukung setiap langkah yang menuju kepada revolusi di negara-negara kaum muslimin dalam rangka membersihkan negeri-negeri kaum muslimin dari para boneka barat yang berperan sebagai operator lapangan yang menggantikan fungsi barat secara langsung. Pembersihan para diktator yang berperan sebagai boneka barat ini mesti diarahkan kepada muara syariat Islamiyah, seluruh sisa-sisa potensi dan anasir-anasir rezim diktator sebelumnya harus dibersihkan dan dimarginalkan demi terciptanya negara idependen yang bersyariat tanpa campur tangan asing sedikit pun.

5.Membantu setiap orang yang ditindas, khususnya mereka-mereka yang ditindas tiran-tiran yang diktator di seluruh negeri-negeri kaum muslimin kemudian mengajak mereka berlabuh di pulau impian Imaroh Islamiyah atau justru Khilafah Islamiyah yang adil dan sejahtera.

6.Beramal bersama dengan tandzim-tandzim yang ada dalam rangka menegakkan Khilafah Islamiyah, menyadarkan manusia batilnya setiap ikatan jahiliyah yaitu setiap ikatan yang tidak dibangun di atas Aqidah Islamiyah, yaitu ikatan yang dibangun atas dasar warna kulit, satu bahasa, satu pulau, satu suku dan ras, ikatan atas dasar peta geografis warisan para penjajah barat kristen, ikatan yang berporos pada ideologi-ideologi kafir warisan barat. Semua ini adalah ikatan jahilayah kufriyah. Kita bekerja sama menegakkan khilafah Islamiyah di atas prinsip ta’awun dan ukhuwah sesama muslim, di atas minhaj nubuwah, bekerja di atas kewajiban menyatukan negeri-negeri kaum muslimin yang dipecah para penjajah barat menjadi lebih dari 50 negara yang terpisah-pisah.

Kita bekerja sama dalam rangka menegakkan keadilan ke seluruh dunia dengan syariat yang Allah turunkan kepaada nabi yang mulia, menyebarkan prinsip ta’awun dalam kehidupan sosial, menyebarkan prinsip musyawarah dan menghancurkan sifat otoriter, menciptakan masyarakat madani yang sejahtera, adil, makmur dan sentosa. (RR)

 

sumber : media-mujahid

 

Baca juga, ADU STRATEGI, PUTRA MAHKOTA RIYADH VS PUTRA MAHKOTA JIHAD