Arahan qiyadah tertinggi untuk Mujahidin tentang Idul fitri

Duniaekspress.com. (10/6/2018). – Afghanistan – Agar masyarakat kita dapat melakukan sholat Idul Fitri dengan aman dan agar mereka menghabiskan hari-hari Idul Fitri dalam kedamaian serta keamanan, Mujahidin Imarah Islam harus mematuhi arahan sebagai berikut dengan serius dan tegas.

Foto Sofyan Muryanto.

1. Semua Mujahidin diharuskan untuk menghentikan operasi serangan mereka terhadap pelanggar internal di seluruh negeri selama tiga hari diberlakukannya Idul Fitri, namun jika Mujahidin diserang, mereka harus bertahan dengan segala kekuatan dan intensitasnya.

2. pengecualian terhadap penjajah asing dari aturan sebelumnya, untuk melanjutkan operasi kalian melawan mereka di manapun ketika kalian mendapati mereka, tetapkan target serangan terkuatmu.

3. Para pejabat Komite Militer dan para gubernur negara bagian harus memeriksa para tahanan yang dapat memberikan jaminan tak kembali memihak ke jajaran musuh, dan tidak melakukan kegiatan apa pun terhadap Mujahidin di masa depan, dan agar menyampaikan informasi mereka kepada Komando Tertinggi sampai pimpinan memutuskan pembebasan mereka dari penawanan.

4. Mujahidin harus memberikan penjelasan untuk kebahagiaan dan kesenangan bagi seluruh tahanan (bandit dan prajurit pemerintah afghan) di penjara Imarah Islam sepanjang Idul Fitri, dan untuk memfasilitasi mereka agar bertemu dengan keluarga mereka jika memungkinkan.

5. Mujahidin tidak boleh berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan untuk masyarakat umum (Dipisah antara mujahidin dan masyarakat umum agar tak terkena dampak serangan musuh bila sewaktu musuh menyerang), yang takut dibombardir oleh musuh, sehingga musuh yang brutal tidak menganggap ini sebagai alasan untuk melakukan penggerebekan buta terhadap masyarakat umum, hingga tak menimbulkan jatuhnya korban di kalangan sipil. (AB).

sumber : mujahid-media

baca juga, UNTUK PERTAMA KALINYA THALIBAN UMUMKAN GENCATAN SENJATA