Duniaekspress.com (9/6/2018)- Direktur Petahana Sipil (white helmet) mengatakan, warga sipil yang tewas akibat serangan udara Rusia ke desa Zardanah, kota Idlib telah mencapai 35 orang.

“Hingga kini sebanyak 35 warga sipil tewas dan 75 warga sipil lainnya terluka dalam serangan udara ke sebuah pasar di desa Zardanah dan daerah dekat masjid,” kata Mustafa Yusuf, seperti dilansir Anadolu, Jum’at (8/6/2018).

Yusuf melaporkan bahwa sebelumnya Rusia telah membombardir wilayah tersebut pada serangan pertama, namun saat tim penyelamat melakukan aksi penyelamatan di daerah tersebut, Rusia kembali menyerang untuk yang kedua kalinya, dan korban jiwa dan luka-luka lebih banyak dialami pada serangan kedua itu.

“Serangan udara ini dilakukan dengan jet perang SU-24 milik Rusia dari pangkalan Latakia,” ujar kelompok pengamat penerbangan oposisi Suriah.

Para korban luka-luka telah dipindahkan ke rumah sakit sekitarnya untuk mendapatkan perawatan.

Tim Pertahanan Sipil telah selesai melakukan operasi pencarian dan penyelamatan mereka.

Idlib, yang berada di bawah kendali militer oposisi dan kelompok bersenjata anti-rezim, dinyatakan sebagai “zona deeskalasi” dalam perbincangan perdamaian soal Suriah antara Rusia, Turki dan Iran di Astana, Kazakhstan, Mei tahun lalu.

Meski begitu, rezim Assad dan pasukan Rusia secara rutin terus melakukan serangan udara ke wilayah ini.