KELEMBUTAN HATI

Duniaekspress.com. (11/6/2018). robbanaghfir lanaa zunuubanaa wa isroofanaa fiii amrinaa wa sabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 147)

Berkata Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah,“Berkaitan dengan sifat lemah lembut (dalam amar ma’ruf nahi
munkar), telah banyak sekali hadits yang menerangkan penting sifat ini. Rasulullah Bersabda : “Barangsiapa yang mengharamkan dirinya (membenci) sikap lemah lembut maka itu berarti ia menolak kebaikan” (HR. Muslim).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman (artinya) “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang
menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang
berserah diri ?“
“Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan. Tolaklah (keburukan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar”.
Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS Fushshilat 33 – 36)
Dari Aisyah Rodhiyallohu ‘anha, Rasulullah Bersabda : “Sesungguhnya tidaklah sifat lemah lembut ada pada suatu
tindakan kecuali ia pasti akan membuat tindakan itu indah, dan tidaklah sifat lemah lembut dicabut dari pada suatu tindakan kecuali ia pasti akan membuat tindakan itu cacat.” (HR. Muslim)
Dari Aisyah Rodhiyallohu ‘anha, Rasulullah Bersabda (artinya) : “Wahai Aisyah sesungguhnya Allah Maha Lemah lembut dan Mencintai kelemah lembutan, Dia akan memberikan karunianya atas mereka yang bersikap lemah lembut dan tidak memberikannya kepada mereka yang bersikap kasar, serta akan memberikan kepada mereka apa-apa yang tidak Allah Berika kepada selain mereka” (HR. Muslim)
“Maka disebabkan kasih sayang dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS Ali Imron 159).
Rasulullah bersabda (artinya) : “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat di atas Mizan (timbangan amal di akhirat nanti) dibandingkan akhlaq yang baik” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan beliau menyatakan Hadits ini Shahih)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman (artinya) : “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas
kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS At Taubah 128).
Anas Bin Malik t berkata : “Suatu ketika datang seorang Arab Badui dan kencing di pojok Masjid, maka orang-orang datang memarahinya. Seketika Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam melarang mereka, setelah orang itu menyelesaikan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam memerintahkan para shahabat untuk mengguyur bekasnya dengan air”. (HR Bukhari)
Dalam hadits lain ditambahkan : “Ajarilah ia dan berikan kemudahan, jangan membuat kesulitan” (Shahih, Musnad Imam Syafi’i)
Dalam riwayat yang lain ditambahkan : “Maka tatkala orang tersebut selesai dari kencingnya, Nabi menyuruh agar tempat yang terkena air kencing tersebut disiram dengan seember air, lalu memanggil orang Badui tadi dan bersabda kepadanya, “Sesungguhnya masjid ini tidak layak untuk membuang kotoran di dalamnya, namun ia dipersiapkan untuk shalat, membaca al Qur’an dan dzikrullah.” (HR. Bukhari-Muslim)
Dalam riwayat Imam Ahmad bin Hambal, orang Badui itu berkata : “Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepadaku dan Muhammad, dan janganlah engkau sayangi yang lainnya”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman (artinya) “Pergilah kamu beserta saudaramu (Harun) dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”    ( QS Thahaa 42 – 44).
“Musa berkata : “Ya Rabb ku, lapangkanlah untukku dadaku , dan mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS Thahaa 42 – 44) (RR).

 

Baca juga, KUNCI UNTUK MENDAPATKAN KEMENANGAN