Duniaekspress.com (10/6/2018)- Petahanan Sipil Suriah mengabarkan, sedikitnya 16 orang tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan udara rezim Suriah Bashar al assad di desa-desa di provinsi Idlib yang dikuasai pejuang.

Kelompok tersebut juga melaporkan, seorang gadis muda termasuk di antara para korban, serangan udara tersebut.

Sejumlah bangunan dan fasilitas di desa Binnish, Ram Hamdan, dan Taftanaz, yang dikendalikan oleh pasukan koalisi pejuang juga rusak.

“Pemboman itu berlangsung selama sekitar dua jam,” kata Mohammed Abu al-Amin, seorang aktivis yang berbasis di Taftanaz, seperti yang dilansir Al Jazeera, Ahad (10/6/2018).

“Sebagian besar bangunan kota menjadi sasaran, termasuk rumah sakit al-Noor dan pemukiman warga,” tambahnya.

Desa-desa yang diserang di pedesaan Idlib terletak di sekitar kota Fuaa dan Kafraya yang dikuasai rezim.

Serangan terbaru rezim Bashar al Assad diluncurkan beberapa jam setelah bentrokan mematikan meletus antara pasukan rezim Suriah dan pejuang dari Hay’et Tahrir al-Sham (HTS) di desa Fuaa dan Kafraya yang merupakan rumah bagi sekitar 10.000 kelompok Syiah.

“Hayat Tahrir al-Sham (HTS) mulai menembaki kedua desa, dan membobol Fuaa untuk menyerang pejuang lokal,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Pertempuran berlanjut sampai Minggu pagi, menewaskan enam tentara Suriah dan setidaknya tiga pejuang HTS, menurut SANA, kantor berita resmi pemerintah Suriah.

“Pejuang Al-Nusra Front masuk dari desa-desa terdekat termasuk Binnish dan Ram Hamdan,” SANA melaporkan.

Berita Terkait:

JET RUSIA GEMPUR IDLIB, PULUHAN WARGA SIPIL TEWAS

Pada hari Jumat, serangan udara diyakini telah dilakukan oleh Rusia di sebuah desa di Idlib menewaskan sedikitnya 44 orang, menimbulkan korban tewas tertinggi dalam satu serangan di wilayah itu tahun ini.

Lebih dari 60 orang juga terluka dalam serangan yang terjadi di desa Zardana.[fan]