Tahap-tahap Pengrusakan:
A. Konspirasi hijrah ke Syam:
Duniaekspress.com. (13/6/2018). Ketika revolusi Suriah pecah dan jihad diumumkan disana, banyak sekali para kader jihadi berhijrah ke Suriah untuk memerangi Nushairiyah. Ribuan dari mereka telah berhijrah kesana dibawah pengethuan dan pengawasan Badan Intelijen dan otoritas keamanan yang telah mengizinkan mereka melakukan hijrah dengan syarat yang sesuai dengan undang-undang negara. Mereka berangkat ke Suriah secara berkelompok, kadang jumlah mereka belasan hingga puluhan dalam sebuah kloter di bandara negara dengan menggunakan paspor dan dokumen-dokumen resmi.
Badan Intelijen dan otoritas keamanan telah mengumpulkan semua data para pemuda jihadi yang berhijrah ke Suriah. Sebelumnya Syaikh Abu Iyadh dan para pimpinan Tandhim Anshar Syariah Tunisia dan begitu juga Tandhim Al-Qaidah Fi Biladil Magrib Islami telah mewanti-wanti para pemuda dari program tersebut dan mereka melihat semua itu sebagai upaya intelijen yang terencana. Tujuan dari semua itu adalah untuk mengosongkan Tunisia dari para pemuda jihadi, dan hal seperti ini bukanlah kali pertama dilakukan oleh pihak intelijen. Pemerintah pada awal era As-Sibasi (setelah Ben Ali melarikan diri dan sebelum Pemilu pertama dilaksanakan dan Partai An-Nahdhah bergabung dalam koalisi pemerintahan), As-Sibasi telah mengizinkan para pemuda untuk bermigrasi ke Eropa dengan cara yang illegal namun dibawah pengawasan pemerintah. As-Sibasi telah menjalin kesepakatan dengan negara-negara Eopa untuk menerima ribuan pemuda Tunisia yang datang kesana, khususnya dengan Italia. Tujuan dari semua itu adalah untuk mengosongkan Tunisia dari para pemuda yang kemungkinan bisa menjadi bahan bakar revolusi selanjutmya disana.
Hal yang sama berulang pada gerakan jihadi, tujuan utama dari pembiaran ribuan para pemuda jihadi melakukan hijrah ke Suriah adalah untuk mengosongkan Tunisia dari pemuda jihadi dan memudahkan langkah pemerintah untuk menekan gerakan jihad dan mengembalikan sistem otoriter dalam pemerintahan negara. Upaya ini merupakan rancangan Yahudi-Salibis Internasional dibawah pengawasan Tunisia, yaitu membunuh dua burung dengan satu lemparan batu. Musuh memanfaatkan pergerakan Islam di Tunisia dengan menunggangi oknum-oknum menyimpang dan memfasilitasi mereka dengan tujuan menghancurkan citra Jihad dan kampanye buruk atas Al-Qaidah. Di satu sisi mereka ingin mengosongkan Tunisia dari para pemuda jihadi dan sisi lain mereka ingin mengumpulkan para ghulat (ekstrimis) sebanyak-banyaknya di Syam dan Irak, untuk kepentingan agenda mereka di Timur Tengah berupa penyebaran fitnah dan mendistorsi jihad sehancur-hancurnya.
B. Permainan thagut dan badan Intelijen dalam menyebarkan pemahaman ghuluw
C. Pemisah antara “Pimpinan” dan “Orang lapangan”:
Ketika terjadi peristiwa penyerangan kedutaan besar Amerika di Tunisia, Syaikh Abu Iyadh diincar dan menjadi DPO otoritas keamanan, dan banyak sekali para pimpinan dan kader yang ditangkap. Kemudian para pemuda mulai lepas kendali dari pusat komando Jama’ah, tidak ada lagi yang mengontrol dan mengarahkan mereka. Maka penyelewengan mulai terjadi disana-sini dan tidak ada lagi yang namanya kepatuhan atau ketaatan, serta tidak ada lagi rasa hormat kepada para masyayikh dan para da’i.
Pihak intelijen Tunisia mulai menyadari betapa pentingnya untuk memisahkan para pimpinan (qiyadah) dengan jajaran lapangan mereka. Maka otoritas mulai memburu dan menangkap para murabbi yang berpengaruh dan yang berpengalaman serta bijaksana yang menjadi pengarah para pemuda dan menjadi panutan di kalangan gerakan jihad. Mereka dijebloskan ke dalam penjara khusus dan dihalangi untuk mendapatkan akses komunikasi dengan para kader. Hal tersebut telah memukul telak dan merusak tatanan gerakan jihad di dalam banyak aspek.
Disaat keadaan seperti inilah muncul fitnah Jama’ah Daulah, dan berhasil memanfaatkan momen perpecahan gerakan jihad Tunisia dalam propaganda sistematis untuk menarik para pemuda.
D. Jama’ah Daulah dan “rumus” pemerintah yang berkuasa:
Sebagaimana telah saya jelaskan diatas bahwa para thagut telah mendorong para pemuda untuk melakukan hijrah ke Suriah dengan tujuan untuk mengosongkan Tunisia dari para pemuda jihadi, dan di waktu yang sama telah muncul pihak-pihak mencurigakan yang memiliki hubungan dengan Jama’ah Daulah untuk memudahkan para pemuda untuk hijrah dari Tunisia baik dengan membiayai mereka dan mengatur kepergian mereka. Pihak-pihak mencurigakan ini bergerak bebas di Tunisia di depan mata badan intelijen tanpa mendapat masalah apapun, dan sebagian dari pihak ini memiliki hubungan dengan rezim terdahulu, sebagian mereka juga merupakan agen kementrian kedaulatan. Mereka berhasil memikat para pemuda dengan uang dan perpecahan yang sedang terjadi serta kejahilan dan kedunguan para kader labil ini.
Mereka juga memanfaatkan kesibukan tanhim Anshar Syariah yang memiliki banyak sekali divisi. Sehingga akhirnya mereka terpecah, saling menghujat hingga saling mengkafirkan..
Pihak-pihak ini telah kita kenali identitas mereka, jika bukan karena pertimbangan mafsadat maka sudah kita keluarkan nama-nama mereka sebagaimana mereka memperlakukan saudara-saudara kita mujahidin di Libya yang mereka umumkan identitas serta tempat-tempat keberadaan mereka.
——————————————————————————————————————-
Sebelum mengakhiri risalah ini, saya ingin memperingatkan pembaca terhadap persoalan Syaikh Ahmad bin Umar Al-Hazimi. Sebagian orang telah mengklaim bahwa beliau lah yang menjadi sebab utama penyelewengan ini, sebenarnya beliau adalah bagian kecil saja dari penyelewengan ini. Karena beliau telah berubah selama berada di Tunisia setelah diingatkan oleh para masyayikh, dan telah terdapat kebaikan dari pandangan-pandangan beliau yang tersebar di kalangan para pemuda, wallahu a’lam.

 

Saya tidak ingin memperpanjang pembahasan mengenai persoalan Syaikh Ahmad bin Umar Al-Hazimi, insyaAllah di kesempatan yang lain saya akan menceritakan dengan rinci mengenai hal tersebut.
Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan pesan kepada para masyayikh dan para pimpinan kita, saya ingin katakana bahwa Tunisia sangat membutuhkan arahan dan nasehat kalian. Janganlah kalian kikir kepada kami dalam memberikan nasehat sedangkan kami sangat membutuhkan nasehat kalian dan keadaan sangat tidak memungkinkan lagi untuk sekedar berdiam diri saja. Sungguh kalian wajib menasehati, mengarahkan dan meluruskan kami. Dan kami ingin berikan kalian kabar gembira bahwa saudara-saudara kalian di Tunisia berada dalam kebaikan yang amat besar saat ini, walaupun dengan segala kekurangan yang kami pikul dan banyaknya musuh dan pengkhianat serta serangan yang bertubi-tubi atas kami. Sungguh disini masih ada para pejuang yang beramal secara rahasia, mereka berjuang untuk menolong dien ini dan untuk menegakkan kalimat Allah Azza wa Jalla. Mereka adalah Katibah U’qbah bin Nafi’ yang semakin maju hari demi hari, dan terus maraih kemenangan-kemenangan yang signifikan walau harus tertatih dan terluka.
Wallahu A’lam dan shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. (RR)