Untaian Kalimat Cinta 
Syaikh Dr. Aiman az Zawahiri (Amir tandzim Al Qaidah), teruntuk Almarhumah Isterinya, Ummu Muhammad.

Duniaekspress.com. (12/6/2018). Ummu Muhammad yang telah syahid, nahsabuhaa wa Allah hasbabuha dalam serangan udara salibis AS tahun 2001 adalah seorang mujahidah yang penyabar, setia, ahli ibadah, dan zuhud. Isteri dari Haakimul Ummah, Syaikh Dr. Aiman Az-Zawahiri itu juga penuh kasih sayang, suka menolong, bertakwa, beriman, zuhud, serta taat beribadah. Sebagai seorang isteri, beliau menjadi penghias hari-hari sang suami dan mendampinginya dalam memikul perintah hijrah dan jihad.

Selain sebagai pendamping sang suami, beliau juga menjadi penghibur dan ringan tangan membantu mujahidah-mujahidah lainnya di medan jihad. Ummu Muhammad memiliki sifat pemalu dalam rangka menjaga iffah, kemuliaan dirinya. Beliau juga bersikap tawadhu’ dan tidak suka membangga-banggakan diri menjadi isteri seorang petinggi mujahidin.

Dalam hal memenuhi kebutuhan pakaian, makanan, tempat tinggal, beliau tidak suka untuk berlebih-lebihan. Sebagai putri dari seorang tokoh terkemuka, beliau bisa saja bersikap demikian. Namun, hal itu ditinggalkan lantaran kecintaannya terhadap saudara seperjuangan dan berusaha hidup sejajar dengan para muridnya.

Pernikahan dalam dunia jihad, tujuannya sama, salah satunya untuk meraih kebahagiaan. Bagi para wanita, di antara kebahagiaan yang diharapkan saat berlangsungnya pernikahan adalah mengenakan gaun pengantin. Tetapi dalam hal ini, kebanyakan dari mereka tidak dapat meraihnya. Termasuk Ummu Muhammad, ia tidak memiliki gaun pengantin yang dikenakan saat menikah. Meski demikian, beliau tetap dapat meraih kebahagiaan dalam pernikahan tanpa gaun pengantin.

Image result for syaikh aiman az-zhawahiri

poto : syaikh Aiman az-zhawahiri amir al-qaidah

Ummu Muhammad tetap bersabar meski sang suami harus meninggalkannya demi melayani kebutuhan para mujahidin daribase camp ke base camp di medan jihad. Ataupun ketika sang suami harus bersafar, pergi menemani para mujahid, beliau tetap rela dan menerima. Beliau menyadari bahwa hal itu sebagai konsekuensi jihad dan perjuangan. Tanpa kesabaran dan kesetiaan, justru akan memunculkan berbagai macam keluhan.

Jalinan cinta pasangan suami isteri ini sungguh mulia. Ikatan kesetiaan tetap dipertahankan dan dijalin utuh antara keduanya. Sampai-sampai ketika Syaikh Dr. Aiman az Zawahiri ditanya perihal “kenapa belum menikah lagi”, beliau menjawabnya dengan sebuah untaian kalimat-kalimat indah:

“Kecintaanku terhadap Ummu Muhammad amatlah besar. Dia meminta kesyahidan dan Allah telah mengabulkan permintaannya. Hal itu lantaran Ummu Muhammad memintanya dengan tulus, yakin dan berharap untuk bertemu Allah”.

Kita sendiri belum diberi anugerah tersebut. Tetapi, aku tahu bahwa kehidupan jihad dengan segala tuntutan kesabaran di dalamnya juga tidak kalah mulia dengan hal ini. Mudah-mudahan Allah menerima jerih payah kita.

Saat menjelang kesayahidan Ummu Muhammad, kami berada di tempat yang sama dengannya. Kami juga mendengar suara roket yang menghantamnya. Tetapi Allah berkehandak lain. Kami selamat, dan Ummu Muhammad menjadi korban lantaran niat tulusnya saat meminta Firdaus kepada Allah SWT.

Demi Allah, aku telah kehilanganmu wahai isteriku di medan jihad ini. Kami kehilanganmu wahai pemilik hati yang penuh cinta, yang terus berharap rindu agar dijemput kesyahidan. Engkau telah berulangkali meminta, saat inilah anugerah indah tersebut menghampirimu.

Aku mendapati putri sulungku Fathimah setelah kepergian ibunya, suaminya, dan saudara laki-lakinya. Meski demikian, ia tetap sabar. Ia seorang yang baik budi pekertinya dan terdidik.

Alhamdulillah… Engkau (Ummu Muhammad) telah meninggalkan sosok penerusmu.

Wahai Ummu Muhammad, Engkau telah mendidiknya untuk mencintai jihad dan berkeinginan untuk mati syahid di atas kemuliaan dan martabat. Engkau didik ia untuk melawan musuh jihad dan manusia yang rusak hatinya. Engkau didik ia sebagai generasi yang penuh keimanan dan hafal surat At-Taubah dan Al-Anfal.

Semoga Allah membalas segala kebaikan dan meninggikan tempatmu wahai isteriku Ummu Muhammad. Semoga Engka diberi balasan sebaik-baik balasan dan ditempatkan Allah dalam ketenangan.

Maka, jika kalian ingin mengenal Ummu Muhammad sebelum syahidnya, tanda-tanda inilah yang akan kalian dapatkan pada dirinya. Ia tidak pernah melakukan hal yang sia-sia dan suka berbual/ omong kosong. Amalan baiknya senantiasa menyibukkan hari-harinya.

Beruntunglah bagi kalian yang aibnya ditutupi di hadapan manusia, lalu dikumpulkan oleh Allah bersama para nabi, shiddiqin, syuhada. Merekalah sebaik-baik kawan. Semoga amalanmu diterima di sisi Allah SWT. Luruskanlah niat! Ikhlaskan semua pekerjaan, sampai Allah mencabut nyawamu dan memasukkanmu ke dalam jannah-Nya.

Ya Allah… Lindungilah para mujahid yang berjihad di jalanmu, kuatkanlah tekad mereka, kuatkan mereka dalam menghadapi cobaan, dan terimalah kesaksian mereka, ya Allah.

Ya Allah… Mereka yang ingin menghendaki kebaikan pada diri mujahidin, berikanlah jalan dan kokohkan mereka di jalanmu. Dan mereka yang menghendaki keburukan, maka sibukkanlah dengan urusan mereka dan jadikan tipu daya mereka sebagai pembunuhnya. (AB).

sumber : mujahid-media

 

Baca juga, PERNYATAAN SYAIKH AYMAN AL-ZHAWAHIRI SOAL PERPINDAHAN KEDUBES AS KE AL-QUDS