Duniaekspress.com (13/6/2018)- Media Israel melaporkan, Otoritas Tanah Israel telah meluncurkan kampanye untuk mempromosikan pembangunan 219 unit pemukiman baru di Tepi Barat yang yang terjajah.

“Rencana itu mencakup 46 dunam untuk membangun 290 unit perumahan, kawasan komersial dan hijau di pemukiman Mevasseret Zion di Yerusalem,” surat kabar Haaretz melaporkan pada hari Rabu, (13/6/2018)

Permukiman itu pertama kali diperluas dua dekade lalu, 20 rumah dibangun di luar Jalur Hijau, kata harian itu, mengacu pada wilayah yang diduduki oleh Israel selama perang Timur Tengah 1967.

“Sekarang Otoritas tanah Israel sedang mempromosikan rencana ekspansi lain, 40% di antaranya akan dibangun di atas tanah milik warga Palestina dari desa Beit Surik di Tepi Barat,” lapor surat kabar tersebut.

Permukiman Mevasseret Sion dibangun di atas reruntuhan desa Qaluniya Palestina yang dihancurkan oleh milisi Yahudi pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi terciptanya negara Israel.

Berita Terkait:

ISRAEL RENCANAKAN BANGUN PEMUKIMAN DI TEPI BARAT

Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, selama Perang Arab-Israel 1967. Ini mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 mengklaim sebagai “ibu kota yang tak terbagi dan abadi” negara Yahudi, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua konstruksi pemukiman Yahudi di sana sebagai ilegal.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keras persetujuan pemerintah Israel atas pembangunan ratusan unit pemukiman baru di Tepi Barat.

“Kami sangat mengutuk persetujuan yang tidak bertanggung jawab oleh pemerintah Israel untuk membangun 2.000 unit tambahan pemukiman di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur yang berada di bawah pendudukan Israel dan keputusan untuk menghancurkan rumah-rumah orang Bedouin Palestina yang terletak di sekitar Yerusalem Timur, ibu kota Palestina, ”kata kemterian tersebut. [Anadolu Agency]