MUI MINTA PEMERINTAH BERI JAMINAN KEAMANAN SELAMA IDUL FITRI

Duniaekspress.com. (14/6/2018). – Jakarta- Majelis Ulama Indonesia meminta pemerintah Indonesia memberi jaminan keamanan selama Hari Raya Idul Fitri. Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin dalam Taushiyah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Menyambut Idul Fitri 1439 H.

“Mengharapkan kepada pemerintah, khususnya pihak kepolisian, agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Iedul Fitri,” ungkap KH Ma’ruf Amin pada Selasa (12/06/2018) di Jakarta.

KH Ma’ruf Amin meminta jaminan keamanan diberikan kepada umat Islam mulai dari perjalanan pulang pergi mudik, malam takbiran hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri di lapangan, masjid, surau atau tempat lainnya.

Selain itu, MUI juga berharap setelah umat Islam menjalani ibadah puasa Ramadhan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap ajarah Islam dan kepedulian terhadap sesama kaum dhuafa, fakir-miskin, anak yatim-piatu dengan mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

“MUI menghimbau agar dalam pembagian zakat, infak dan sedekah dilakukan perencanaan secara baik dan benar dan diperlukan dikoordinasikan dengan aparat keamanan terkait, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, dalam perayaan Idul Fitri tahun 2015 terjadi insiden yang menimpa umat Islam di Tolikara, Papua. Di saat akan berlangsungnya shalat ied, tiba-tiba non-Muslim setempat membubarkan paksa dengan membakar dan merusak properti di lokasi diselenggarakannya shalat Idul Fitri.

Dan Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada para khatib Idul Fitri untuk menyampaikan pesan keimanan dan ketakwaan. Selain itu MUI juga meminta untuk memanjatkan doa teruntuk umat Islam di Palestina, Rohingya, Kashmir dan Suriah.

Selain itu, MUI meminta agar khatib-khatib juga mengingatkan kewaspadaan terhadap terorisme, narkoba, minuman keras, LGBT, dan segala bentuk perbuatan mungkar lainnya. Khatib juga diminta menyampaikan khutab yang dapat menimbulkan perpecahan umat Islam.

“Mengimbau kepada para khatib shalat Iedul Fitri untuk selain menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwaan, persaudaraan dan kedamaian kepada para jamaah, juga mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, LGBT dan segala bentuk perbuatan mungkarat lainnya,” ungkap Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin pada Selasa (12/06/2018) dalam Taushiyah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Menyambut Idul Fitri 1439 H.

“Menjauhi tema-tema khutbah yang bernuansa dan bersuasana politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan umat Islam, serta memanjatkan do’a untuk seluruh umat Islam di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya umat Islam di Palestina, Rohingya, Kashmir dan Syiria yang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi kemanusiaan,” sambungnya.

Sementara itu, MUI juga mengingtakan masyarakat Indonesia agar bijak menggunakan media sosial. Terutama seputar informasi palsu, fitnah, ujaran kebencian, hingga adu domba yang disebarkan kepada masyarakat luas.

“Mengingatkan kepada masyarakat, khususnya saat menggunakan media sosial untuk tidak menyebarkan informasi yang berisi kebohongan (hoaks), ghibah, fitnah, namimah, aib, ujaran kebencian, dan hal-hal sejenis yang tidak layak disebarkan kepada khalayak,” tegasnya. (RR)

 

Baca juga,  MUI MENENTANG DIBUKANYA HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN ISRAEL